SMPN 3 Mataram Perkuat Literasi dan Pembelajaran Digital
- by Kholil Bisri
- Editor Hayatun Sofian
- 11 Jan 2026
- Mataram
KBRN, Mataram: Perubahan teknologi membawa tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. SMPN 3 Mataram meresponsnya dengan menyesuaikan metode pembelajaran. Sekolah menyadari bahwa karakter generasi saat ini berbeda. Anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan teknologi.
Karena itu, pendekatan konvensional mulai ditinggalkan. Pembelajaran diarahkan agar lebih relevan dan bermakna. Kepala SMPN 3 Mataram, Suherman, M.Pd., menilai sekolah harus masuk ke dunia siswa. Media digital dipandang sebagai jembatan pembelajaran.
“Anak-anak sekarang hidup dengan gadget, maka pembelajaran harus menyesuaikan,” ujarnya, Minggu (11/1/2026).
Sekolah memanfaatkan smartboard dan media digital di ruang kelas. Guru dilatih agar mampu mengoptimalkan fasilitas tersebut.
Penggunaan teknologi diarahkan untuk meningkatkan interaksi. Proses belajar diharapkan lebih aktif dan partisipatif.
Menurut Suherman, teknologi hanyalah alat. Tujuan utama tetap pemahaman dan kebermaknaan belajar.
“Belajar harus membuat anak paham, merasa perlu, dan menikmati prosesnya,” katanya.
Selain digitalisasi, literasi menjadi perhatian utama. Kegiatan literasi rutin digelar dua kali dalam sepekan.
Guru dan siswa bergantian menyampaikan materi. Ruang ekspresi diberikan agar siswa terbiasa berpikir kritis.
“Kami ingin literasi menjadi budaya, bukan sekadar kegiatan,” ujar Suherman.
Fokus lain adalah persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Sekolah menyiapkan siswa tanpa menambah beban belajar.
Materi TKA diintegrasikan dalam pembelajaran harian. Pendekatan ini dipilih agar siswa tidak tertekan.
“Kami arahkan proses belajar agar sekaligus menjadi persiapan TKA,” tuturnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga mutu akademik. SMPN 3 Mataram berusaha tetap relevan di tengah perubahan sistem pendidikan.