Daun Sukun, Ramuan Tradisional Warisan Herbal Indonesia

RRI.CO.ID, Manado - Daun sukun kini kembali menjadi perhatian masyarakat sebagai alternatif alami untuk menjaga kesehatan tubuh. Tanaman yang berasal dari pohon sukun (

Artocarpus altilis) ini telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional di berbagai daerah di Indonesia, terutama di wilayah pesisir seperti Jawa, Sumatra, dan Maluku.

Selama ini, pohon sukun lebih dikenal melalui buahnya yang kerap diolah menjadi berbagai camilan dan makanan tradisional. Namun, di balik popularitas buahnya, daun sukun menyimpan beragam manfaat kesehatan berkat kandungan senyawa aktif di dalamnya. Sejumlah penelitian dan praktik pengobatan tradisional menunjukkan bahwa daun sukun mengandung flavonoid, tanin, polifenol, dan saponin yang memiliki efek antioksidan, antiradang, dan diuretik.

Sebagaimana dikutip dari laman polri.go.id daun sukun dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, mulai dari membantu menurunkan kadar kolesterol dan asam urat, mengontrol gula darah bagi penderita diabetes, hingga menjaga kesehatan jantung dan ginjal. Kandungan antioksidan yang tinggi juga berperan dalam melindungi tubuh dari paparan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh.

Salah satu manfaat daun sukun yang banyak diperbincangkan adalah kemampuannya dalam membantu menurunkan tekanan darah. Kandungan flavonoid di dalam daun sukun diyakini bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan darah dapat berkurang secara alami. Meski demikian, para ahli mengingatkan agar daun sukun tidak dijadikan pengganti obat hipertensi yang diresepkan dokter tanpa konsultasi medis terlebih dahulu.

Selain itu, daun sukun juga sering dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan ginjal. Antioksidan yang terkandung di dalamnya dipercaya mampu melawan radikal bebas yang berpotensi menyebabkan kerusakan sel ginjal. Dalam pengobatan tradisional, daun sukun kerap direbus dan diminum airnya sebagai ramuan herbal untuk membantu menjaga fungsi ginjal.

Manfaat lain yang tidak kalah penting adalah potensi daun sukun dalam membantu mengontrol kadar gula darah. Beberapa senyawa aktif di dalam daun sukun diyakini berperan dalam mengatur metabolisme glukosa serta meningkatkan sensitivitas insulin. Hal ini menjadikan daun sukun sebagai salah satu tanaman herbal yang banyak diminati oleh masyarakat yang ingin menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Berkat kandungan flavonoid dan tanin, daun sukun juga memiliki sifat antiradang yang dapat membantu meredakan peradangan, nyeri otot, pegal-pegal, hingga nyeri sendi. Tidak sedikit masyarakat yang mengonsumsi rebusan daun sukun sebagai minuman herbal untuk meredakan rasa nyeri secara alami. Selain diminum, daun sukun juga kerap digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu mengatasi masalah kulit.

Manfaat daun sukun juga dikaitkan dengan kesehatan jantung. Kandungan tanin dan polifenol di dalamnya diyakini mampu melindungi dinding pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas, yang menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung. Dengan menjaga elastisitas pembuluh darah, aliran darah dapat tetap lancar dan risiko gangguan jantung dapat ditekan.

Secara fisik, daun sukun berukuran cukup besar dengan tepi menyirip dan membentuk percabangan. Permukaan atas daunnya berwarna hijau mengilap, sementara bagian bawahnya tampak lebih kusam dan kasar. Dalam praktik tradisional, daun sukun yang digunakan biasanya adalah daun yang sudah tua, kering, dan gugur. Daun tersebut direbus seperti menyeduh teh, kemudian air rebusannya disaring dan diminum dalam keadaan hangat.

Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi daun sukun tetap perlu dilakukan secara bijak. Daun sukun diketahui mengandung mineral kalium dalam jumlah cukup tinggi. Asupan kalium yang berlebihan berisiko menyebabkan hiperkalemia, yaitu kondisi tingginya kadar kalium dalam darah yang dapat berdampak buruk pada fungsi ginjal, terutama bagi penderita gangguan ginjal.

Daun sukun sebaiknya digunakan sebagai pelengkap gaya hidup sehat, bukan sebagai satu-satunya pengobatan untuk penyakit serius. Konsumsi berlebihan sebaiknya dihindari, dan masyarakat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi daun sukun secara rutin, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Dengan pemanfaatan yang tepat dan sesuai anjuran medis, daun sukun dapat menjadi salah satu warisan tanaman herbal Indonesia yang berkontribusi dalam menjaga kesehatan tubuh secara alami.

(Lidya Saweho)

Rekomendasi Berita