Utu Keke Minut Dorong Integritas Lewat Media Sosial

KBRN, Manado: Generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam pencegahan korupsi, terutama melalui penggunaan teknologi dan media sosial. Hal ini disampaikan Kasubsi Intelijen Kejari Minahasa Utara, Syntia Soplantila, yang menilai literasi antikorupsi di kalangan anak muda masih perlu ditingkatkan.

“Banyak masyarakat belum memahami bentuk-bentuk korupsi yang sebenarnya. Karena itu kami melakukan sosialisasi dan pendampingan agar potensi penyimpangan bisa dicegah sejak awal,” kata Syntia dalam Program jaksa Menyapa bersama RRI (9/12/2025).

Syntia menegaskan Kejari tak hanya bertugas menindak pelaku, tetapi juga membangun kesadaran hukum melalui edukasi ke desa-desa, sekolah, hingga komunitas pemuda.

Sementara itu, Nathanael Kambey, Utu Minahasa Utara, menyebut media sosial menjadi sarana paling efektif untuk menyebarkan pesan antikorupsi kepada generasi muda.

“Kami melihat sosial media punya power yang sangat kuat. Generasi muda sekarang lebih banyak mendapatkan informasi lewat gawai, jadi edukasi antikorupsi harus menyasar platform tersebut,” jelasnya.

Nathanael menegaskan peran Utu dan Keke bukan sekadar ikon pariwisata, tetapi juga role model integritas yang harus menunjukkan perilaku jujur dan bertanggung jawab.

“Kita harus mulai dari diri sendiri. Dengan menjaga integritas, kita bisa menginspirasi banyak orang, terutama Gen Z,” katanya.

Ia menambahkan bahwa program khusus kampanye antikorupsi akan dijalankan selama masa jabatan satu tahun, termasuk memproduksi konten edukatif di Instagram dan platform lain agar jangkauan pesan semakin luas.


Rekomendasi Berita