Highside dan Lowside Istilah Pada Balap Motor

RRI.CO.ID, Makassar - Balap motor adalah olahraga yang menuntut kecepatan, keterampilan, dan pengendalian mesin yang luar biasa. Dalam setiap putaran di lintasan, pembalap menghadapi tantangan teknik mengemudi yang kompleks, terutama ketika memasuki dan keluar dari tikungan. Selama manuver ini, ban motor bekerja keras untuk mempertahankan traksi antara motor dan permukaan lintasan. Jika traksi ini hilang atau berubah secara tiba-tiba, kecelakaan bisa terjadi, dan dalam balap motor dua istilah yang sering muncul untuk menggambarkan kecelakaan semacam itu adalah highside dan lowside.

Secara umum, lowside terjadi ketika motor kehilangan traksi pada salah satu ban saat menikung sehingga motor dan pembalap jatuh ke sisi yang sama dengan arah kemiringan motor. Dalam kondisi ini, ban tidak mendapatkan kembali traksi sebelum motor menyentuh permukaan lintasan sehingga motor akan menyapu ke bawah sambil meluncur bersama pembalap. Karena posisi motor tetap rendah ke tanah, kecelakaan ini disebut

lowside atau lowsider.

Lowside biasanya terjadi karena ban kehabisan grip saat mengerem terlalu keras di tikungan, terlalu cepat masuk ke tikungan, atau permukaan lintasan yang licin akibat air, minyak, atau kerikil. Karena motor dan pembalap cenderung tetap menyentuh permukaan lintasan, gaya tumbukan dan potensi cedera seringkali lebih kecil dibandingkan dengan kecelakaan yang lebih ekstrem.

Sebaliknya,

highside adalah kejadian yang lebih dramatis dan berbahaya. Peristiwa ini dimulai seperti lowside ketika ban, terutama ban belakang, kehilangan traksi saat menikung atau saat keluar tikungan. Namun yang membedakan adalah bahwa ban yang kehilangan traksi itu kemudian mendapatkan kembali grip secara tiba-tiba saat motor masih dalam posisi miring. Gerakan mendadak ini menyebabkan motor berputar dan menjulang ke sisi yang berlawanan dari arah kemiringan awalnya, sehingga pembalap sering terlempar jauh dari motor, terkadang bahkan ke atas.

Perbedaan fundamental antara keduanya dilansir

driverknowledgetests. terletak pada cara ban berinteraksi dengan lintasan. Pada lowside, ban terus kehilangan grip tanpa pulih sebelum motor jatuh, sedangkan pada highsidegrip ban kembali secara singkat dan kuat, memaksa motor melakukan perubahan arah yang cepat dan mematikan. Highside umumnya dianggap lebih berbahaya karena gaya ejection yang kuat dan dampak jatuh yang lebih tinggi akibat pembalap terlempar dari motor dengan kecepatan tinggi.

Dalam balap profesional seperti MotoGP, pemahaman tentang risiko

highside dan lowside sangat penting untuk keselamatan dan performa pembalap. Pembalap dan tim bekerja keras untuk meminimalkan terjadinya kedua jenis kecelakaan ini melalui pengaturan kecepatan, teknik pengereman, pengelolaan throttle, dan pemilihan ban yang tepat sesuai kondisi lintasan. Kesadaran akan istilah ini juga membantu penonton memahami dinamika kecelakaan yang terjadi di lintasan.

Rekomendasi Berita