Tips Merawat Motor dan Mobil Setelah Terendam Banjir
- by Syafuan Ghavari
- Editor M. Rizki Asy'ary
- 24 Nov 2025
- Lhokseumawe
KBRN, Lhokseumawe : Seiring meningkatnya curah hujan di berbagai daerah, sejumlah kendaraan dilaporkan terendam banjir. Para pemilik kendaraan diminta segera melakukan pemeriksaan menyeluruh agar mesin tidak mengalami kerusakan permanen setelah air surut.
Dilansir dari berbagai sumber, langkah pertama yang harus dilakukan adalah tidak menyalakan mesin sebelum dilakukan pengecekan. Menyalakan kendaraan yang masih basah dapat menyebabkan
short circuit dan kerusakan komponen internal, terutama pada ruang bakar dan sistem kelistrikan.Pada sepeda motor, pemeriksaan biasanya dimulai dari filter udara, busi, oli mesin, serta CVT. Jika ditemukan air atau lumpur di dalam ruang tersebut, mekanik akan melakukan pembersihan total dan penggantian oli. Komponen kelistrikan seperti soket serta aki juga dipastikan dalam kondisi kering.
Sementara untuk mobil, proses pemeriksaan dilakukan lebih kompleks. Bagian yang dianggap paling rawan adalah ECU (Electronic Control Unit). Komponen ini harus dipastikan tidak terendam, karena kerusakannya dapat berdampak besar pada sistem kendaraan. Selain itu, mekanik akan memeriksa sistem pengereman, oli transmisi, ruang kabin, karpet dasar, dan jalur kabel.
Risiko timbulnya jamur dan bau pada interior kendaraan yang terendam. Pemilik diminta segera membuka seluruh pintu, mengeringkan karpet, serta memastikan bagian bawah jok tidak menyimpan sisa air. Pada mobil,
blower AC umumnya juga perlu dibersihkan agar tidak terjadi penyumbatan.Dengan penanganan cepat dan tepat, kerusakan kendaraan dapat diminimalkan dan biaya perbaikan tidak membengkak. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir lanjutan dan memindahkan kendaraan ke area lebih tinggi bila hujan deras terjadi dalam durasi panjang.