Manfaat Telur Setengah Matang Bagi Tubuh

  • by Bachtiar
  • Editor Ridhwan Zul
  • 18 Jan 2026
  • Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Telur setengah matang yang dikonsumsi langsung dari gelas merupakan kebiasaan tradisional yang telah lama dikenal di berbagai daerah. Praktik ini biasanya dilakukan dengan memecahkan telur ayam segar ke dalam gelas, kemudian diseduh dengan air panas atau dikonsumsi langsung tanpa pengadukan berlebih. Meski terlihat sederhana, kebiasaan ini memiliki dasar gizi yang kuat dan sering dikaitkan dengan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh.

Dari sisi kandungan gizi, telur merupakan salah satu sumber protein hewani dengan kualitas sangat tinggi. Protein telur memiliki nilai biologis mendekati sempurna karena mengandung seluruh asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Pada telur setengah matang, struktur protein belum sepenuhnya terdenaturasi akibat panas, sehingga ketersediaan asam amino tetap optimal dan lebih mudah dimanfaatkan oleh tubuh untuk proses perbaikan sel, pembentukan jaringan, serta pemeliharaan massa otot.

Selain protein, telur setengah matang juga kaya akan vitamin dan mineral penting. Kuning telur mengandung vitamin A, D, E, dan K yang larut dalam lemak, serta vitamin B kompleks seperti B2, B5, dan B12. Vitamin D berperan dalam penyerapan kalsium dan menjaga kesehatan tulang, sedangkan vitamin B12 penting dalam pembentukan sel darah merah dan fungsi sistem saraf. Kandungan mineral seperti zat besi, fosfor, selenium, dan seng juga tetap terjaga pada metode konsumsi setengah matang karena minimnya proses pemanasan.

Konsumsi telur setengah matang dalam gelas sering dikaitkan dengan peningkatan stamina dan energi. Hal ini berkaitan dengan kandungan lemak sehat dan kolin dalam kuning telur. Kolin berperan penting dalam metabolisme lemak, fungsi otak, serta pembentukan neurotransmiter asetilkolin yang mendukung daya ingat dan konsentrasi. Oleh karena itu, telur setengah matang kerap dikonsumsi pada pagi hari sebagai asupan praktis sebelum beraktivitas.

Dari aspek pencernaan, telur setengah matang relatif lebih ringan bagi sebagian orang dibandingkan telur yang dimasak terlalu lama. Tekstur yang masih lembut membuat proses pencernaan berjalan lebih efisien, terutama bagi individu yang membutuhkan asupan protein cepat, seperti pekerja fisik atau atlet. Namun, hal ini tetap bergantung pada kondisi kesehatan masing-masing individu.

Meskipun memiliki banyak manfaat, aspek keamanan pangan tetap perlu diperhatikan. Telur yang dikonsumsi setengah matang harus berasal dari telur segar, bersih, dan disimpan dengan baik untuk meminimalkan risiko kontaminasi bakteri seperti

Salmonella. Penggunaan air panas untuk menyeduh telur dalam gelas juga dapat membantu mengurangi risiko mikroorganisme tanpa merusak kandungan gizi secara signifikan.

Secara keseluruhan, kebiasaan mengonsumsi telur setengah matang dalam gelas merupakan praktik sederhana yang bernilai gizi tinggi. Dengan memperhatikan kebersihan, kualitas telur, dan pola konsumsi yang wajar, telur setengah matang dapat menjadi sumber nutrisi alami yang mendukung kesehatan, stamina, dan fungsi tubuh secara menyeluruh.

Rekomendasi Berita