Memilih Open-Ear atau TWS, Mana yang Lebih Baik?
- by Mar'ie Umar Zubaidi
- Editor M. Rizki Asy'ary
- 21 Jan 2026
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Perkembangan perangkat audio nirkabel tidak lagi hanya berfokus pada kualitas suara, tetapi juga pada aspek kenyamanan dan keamanan pengguna. Dua kategori yang kini sering dibandingkan adalah True Wireless Stereo (TWS) dan open-ear earbuds. Keduanya hadir menjawab kebutuhan gaya hidup modern, namun dengan pendekatan desain dan fungsi yang berbeda.
TWS dirancang untuk menutup atau masuk ke dalam liang telinga, sehingga mampu memberikan isolasi suara yang baik. Berdasarkan berbagai ulasan teknologi yang dilansir dari berbagai sumber, TWS unggul dalam hal pengalaman audio imersif, terutama untuk mendengarkan musik, menonton video, atau melakukan panggilan di lingkungan bising. Fitur tambahan seperti Active Noise Cancellation (ANC) semakin memperkuat posisi TWS sebagai perangkat audio personal yang fokus pada kualitas suara.
Sebaliknya, open-ear earbuds hadir dengan konsep berbeda. Perangkat ini tidak menutup telinga sepenuhnya, melainkan membiarkan suara lingkungan tetap terdengar. Pendekatan ini dinilai lebih aman untuk aktivitas luar ruang seperti bersepeda, jogging, atau bekerja di ruang publik, karena pengguna tetap memiliki kesadaran situasional. Data tren penggunaan wearable audio menunjukkan peningkatan minat terhadap open-ear, seiring meningkatnya kesadaran akan keselamatan dan kesehatan telinga.
Dari sisi kesehatan, beberapa pakar audio menilai penggunaan TWS dalam durasi panjang berpotensi menyebabkan kelelahan telinga akibat tekanan suara langsung. Open-ear dianggap lebih ramah untuk penggunaan jangka panjang karena tidak memberikan tekanan langsung pada saluran telinga. Namun, konsekuensinya adalah kualitas bass dan detail suara yang umumnya tidak sekuat TWS konvensional.
Dalam konteks produktivitas dan kerja, pilihan antara open-ear dan TWS sangat bergantung pada kebutuhan pengguna. TWS lebih cocok untuk pekerjaan yang membutuhkan fokus tinggi dan minim gangguan, seperti editing audio atau rapat daring. Sementara itu, open-ear lebih relevan untuk pekerjaan multitasking yang menuntut interaksi dengan lingkungan sekitar, termasuk profesi lapangan dan pekerja kreatif.
Menurut pandangan penulis, perdebatan open-ear versus TWS bukan soal mana yang lebih unggul, melainkan soal kecocokan fungsi. TWS merepresentasikan pengalaman audio yang personal dan imersif, sedangkan open-ear mencerminkan adaptasi teknologi terhadap keselamatan dan keseimbangan hidup modern. Di tengah gaya hidup yang semakin dinamis, pilihan perangkat audio ideal adalah yang mampu mendukung aktivitas, bukan sekadar mengikuti tren.