KBRN, Lhokseumawe , Tim medis dari UPTD Puskesmas Kandang Muara Dua menyalurkan layanan kesehatan dan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir di Gampong Buket Linteung, Dusun Kareung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.
Kegiatan dipusatkan di posko pengungsian kebun sawit Buket Linteung yang hingga kini menjadi tempat bertahan ratusan warga.
Kepala UPTD Puskesmas Kandang Muara Dua, Jufriyadi, SKM, Selasa (16/12/2025) mengatakan medan menuju lokasi pengungsian sangat sulit ditempuh. Akses jalan menuju kebun sawit harus melewati jalur menanjak sekitar 1,5 kilometer dengan kondisi berlubang, tergenang air, berlumpur, dan licin sehingga berisiko tinggi bagi kendaraan maupun tim medis. “Namun kondisi warga yang membutuhkan pertolongan membuat kami tetap berupaya menjangkau lokasi,” ujarnya.
Data di lapangan mencatat sebanyak 103 kepala keluarga atau 469 jiwa mengungsi di kawasan perkebunan tersebut, terdiri dari 123 anak-anak dan satu orang ibu hamil. Seluruh warga Gampong Buket Linteung telah mengungsi sejak 26 November 2025 akibat banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar delapan meter. Banyak rumah warga rusak parah bahkan hanyut, sebagian hanya menyisakan atap yang terlihat.

Kepala UPTD Puskesmas Kandang Muara Dua, Jufriyadi, SKM, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi kesehatan dan tempat tinggal warga Gampong Buket Linteung yang terdampak banjir. Ia menegaskan bahwa situasi pengungsian yang jauh dari standar kesehatan sangat berisiko menimbulkan wabah penyakit.
“Hampir seluruh warga mengalami gangguan kesehatan, terutama penyakit kulit dan infeksi saluran pernapasan. Kondisi ini dipicu oleh lingkungan pengungsian yang lembap, air bersih yang tidak layak, serta keterbatasan sarana sanitasi,” ujar Jufriyadi di lokasi pengungsian.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan pelayanan kesehatan secara berkala, terutama bagi anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Jufriyadi juga mengimbau agar penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada logistik pangan, tetapi juga penyediaan air bersih, sanitasi, dan pencegahan penyakit menular.
Dalam kondisi darurat tersebut, warga terpaksa tinggal di bawah pohon sawit dengan atap terpal dan lantai tanah. Sumber air yang digunakan berasal dari kolam rawa terdekat dengan kondisi sangat keruh. Dampaknya, sekitar 99 persen warga mengalami gangguan kesehatan. Penyakit yang banyak diderita antara lain penyakit kulit seperti jamur, gatal-gatal, kutu air, hingga ruam popok. Sementara pada anak-anak ditemukan kasus demam, batuk, pilek, dan diare, serta pada orang dewasa keluhan tekanan darah tinggi dan demam.
Pelayanan medis dipimpin langsung oleh Jufriyadi, SKM, yang turut menyusuri area perumahan warga terdampak. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh dr. Risky Ramadhani, didukung Elviana dan Miftahun Jannah untuk pemeriksaan tekanan darah. Pelayanan obat-obatan ditangani oleh Mariana, Deka Novita, dan Mutia Sari. Sementara Mulyadi memberikan konseling kepada warga, dan Rustam bertanggung jawab atas pendistribusian barang donasi.

Selain pelayanan kesehatan, tim juga menyalurkan bantuan berupa obat-obatan, alat kesehatan, serta logistik seperti perlengkapan mandi, sembako berupa beras, minyak goreng, air mineral, garam yodium, roti dan makanan ringan anak, pakaian layak pakai, sarung, sajadah, handuk, obat anti nyamuk, hingga popok bayi. Distribusi logistik dilakukan dengan dukungan dua unit kendaraan, masing-masing dikemudikan oleh Zubir Antoni dan Jufriyadi, dengan dokumentasi lapangan turut dilakukan oleh Zubir Antoni.
Mewakili warga, masyarakat Dusun Kareung Gampong Buket Linteung menyampaikan harapan dan permohonan bantuan kepada pemerintah serta masyarakat luas. Kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan antara lain alat penyaringan air bersih, mesin genset, kelambu, terpal tambahan, dan perlengkapan pendukung lainnya untuk meringankan beban hidup warga selama masa pengungsian.