Kemenangan Vegas Verstappen Dianggap Masterclass oleh Mekies

KBRN, Kendari : Team Principal Red Bull, Laurent Mekies, memberikan pujian tinggi kepada Max Verstappen setelah tampil dominan di Grand Prix Las Vegas. Kemenangan besar dengan selisih lebih dari 20 detik itu disebutnya sebagai salah satu penampilan terbaik sang juara dunia sepanjang musim.

Memulai balapan dari baris terdepan bersama Lando Norris, Max Verstappen langsung memanfaatkan kesalahan rivalnya yang terlalu agresif mempertahankan posisi di tikungan pertama dan melakukan pengereman terlambat. Situasi tersebut membuat Max Verstappen mengambil alih pimpinan tanpa hambatan. Begitu memimpin, Max Verstappen terus membangun jarak dan mengendalikan ritme lomba. Selepas pit stop, ia semakin tak terkejar dan menutup balapan dengan kemenangan keenamnya tahun ini.“Seperti biasa, Max tidak pernah melakukan kesalahan penting, terutama di Lap 1 Tikungan 1. Start-nya luar biasa dan ia langsung menyalip Lando,” kata Mekies. “Namun, awalnya George Russell memberi tekanan lebih besar dari yang kami duga. Selama beberapa lap, George cukup mengganggu, sampai akhirnya kecepatannya menurun, mungkin karena graining. Saat George mulai keluar dari jangkauan DRS, kami lebih mudah mengatur balapan.”Laurent Mekies mengakui bahwa momen strategis paling menegangkan terjadi ketika George Russell masuk pit lebih dulu. Red Bull harus memutuskan apakah perlu masuk pit untuk menutupi strategi Mercedes atau tetap bertahan di lintasan.“Keputusan itu tidak sederhana,” jelasnya. “Kami belum tahu apakah George akan langsung cepat dengan ban hard baru. Kami memilih tetap di trek, dan Max mampu mempertahankan kecepatan, bahkan menyamai pace George. Ketika kami akhirnya pit delapan lap kemudian, jaraknya masih sangat tipis.” Setelah pit stop, Lando Norris kembali naik ke posisi kedua (P2) dan dianggap sebagai ancaman baru. Namun Max Verstappen menjawab tekanan itu dengan meningkatkan ritme balapnya tanpa kesulitan.“Ini benar-benar penampilan kelas dunia,” lanjut Mekies. “Akhir pekan ini semua tim kesulitan mempersiapkan diri karena sesi latihan berantakan. Tapi Max kembali menunjukkan kualitasnya — menjaga ban, konsisten, dan mengeksekusi strategi dengan sempurna. Ini juga hasil kerja keras seluruh tim, baik di trek maupun di Milton Keynes.”

Rekomendasi Berita