Lima Langkah Penting Hadapi Banjir

RRI.CO.ID, Jakarta – Memasuki musim hujan, risiko terjadinya bencana banjir di sejumlah wilayah Indonsesia kembali meningkat. Masyarakat diimabau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk.

Persiapan menghadapi banjir menjadi langkah penting guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan. Upaya tersebut tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mencakup pengetahuan tindakan yang harus dilakukan saat banjir terjadi.

Dikutip dari laman resmi pusatkrisis.kemkes.go.id pada Senin, 19 Januari 2026. Merilis panduan lima tindakan penting yang perlu dilakukan saat banjir melanda. Panduan ini ditunjukan agar masyarakat dapat melinduungi diri dan keluarga selama situasi darurat.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera mengevakuasi diri dan keluarga ke tempat yang lebih tinggi dan aman. Evakuasi dini dinilai mampu mengurangi risiko korban jiwa akibat arus banjir yang semakin deras.

Selain evakuasi, masyarakat disarankan menyiapkan peralatan darurat seperti senter, alat penerangan dan perlengkapan evakuasi lainnya. Peralatan ini berguna untuk menunjang keselamatan selama proses pneyelamatan berlangsung.

Ketersediaan makanan kering atau instan juga perlu diperhatikan selama masa banjir. Asupan makanan yang cukup dapat menjaga kondisi tubuh tetap prima ditengah keterbatasan akses logistik.

Penggunaan sepatu boot dan sarung tangan menjadi langkah penting untuk melindungi tubuh dari air banjir yang berpotensi tercemar. Perlengkapan tersebut dapat mengurangi risiko luka maupun infeksi selama beraktivitas.

Masyarakat juga diimbau menyiapkan obat-obatan dan perlengkapan pertolongan pertama. Jika mengalami lukaa saat evakuasi, warga disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat yang aman.

Dengan memahami dan menerapkan langkah-langkah tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi bencana banjir. Informasi resmi dari pihak berwenang perlu terus dipantau guna memastikan proses evakuasi berjalan aman dan tertib. (FitriYanti Puspita Dewi – Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati bandung)

Rekomendasi Berita