ICONHUM 2025 Serukan Dunia Akhiri Genosida Gaza

KBRN, Jakarta: Konferensi internasional ICONHUM 2025 yang diselenggarakan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) di Jakarta menyoroti urgensi penghentian genosida di Gaza. Acara ini mengusung tema

“Global Solidarity for Gaza: Justice, Humanity, and Human Rights in the Face of Genocide.”

Kegiatan tersebut mempertemukan tokoh kemanusiaan, akademisi, tenaga medis, dan jaringan solidaritas global. Mereka membahas langkah bersama untuk menghentikan tragedi kemanusiaan yang masih berlangsung.

Ketua Umum BSMI M. Djazuli Ambari menegaskan bahwa dunia tidak boleh menutup mata terhadap kondisi Gaza. “Penderitaan warga sipil Gaza bukan lagi isu geopolitik, tetapi pelanggaran nilai kemanusiaan universal,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).

ICONHUM 2025 menghasilkan Kebagusan Declaration 2025 yang menyerukan langkah konkret untuk menghentikan kekejaman di Gaza. Deklarasi tersebut menjadi rekomendasi resmi bagi komunitas internasional untuk bertindak cepat dan terukur.

Dokumen deklarasi mengecam keras penghancuran rumah sakit, sekolah, fasilitas publik, dan konvoi kemanusiaan. Tindakan itu disebut sebagai pelanggaran berat terhadap Konvensi Jenewa dan tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun.

BSMI dan jaringan NGO internasional meminta penghentian impunitas terhadap pelaku kekejaman tersebut. “Pelakunya harus dimintai pertanggungjawaban tanpa kompromi,” kata Djazuli.

Deklarasi juga menyerukan percepatan proses hukum internasional melalui Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Negara-negara didorong menerapkan

universal jurisdiction untuk memastikan keadilan bagi korban Gaza.

Selain itu, Kebagusan Declaration 2025 menuntut pembukaan penuh akses bantuan kemanusiaan selama gencatan senjata. “Menghalangi bantuan adalah pelanggaran langsung hukum kemanusiaan internasional,” tegas Djazuli.

Deklarasi tersebut turut menekankan perlindungan kelompok rentan, termasuk anak-anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas. Semua fasilitas kesehatan dan tenaga medis diminta dijamin keamanannya di lapangan.

Solidaritas global untuk Palestina juga diperkuat melalui seruan kolaborasi lintas lembaga, universitas, dan organisasi masyarakat sipil. Jaringan aksi bersama diharapkan memperluas dukungan serta mendokumentasikan pelanggaran yang terjadi di Gaza.

Rekomendasi Berita