Jambore Muslim Dunia 2025: Merajut Persaudaraan, Merawat Budaya
- by Penta Maydita
- Editor Erik Hamzah
- 11 Sep 2025
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Ribuan pramuka muslim dari berbagai negara kembali berkumpul dalam rangkaian kegiatan World Muslim Scout Jambore (WMSJ) 2025 yang memasuki hari kedua. Beragam aktivitas kepramukaan dan kebudayaan mewarnai jalannya pertemuan internasional ini.
Pendamping dari Pondok Pesantren Santri Gontor Kediri, Elan Abdillah, mengatakan peserta Jambore Muslim Dunia ini dibagi ke dalam beberapa “camp” atau wilayah. Masing-masing wilayah memiliki kegiatan yang berbeda-beda dan bermanfaat bagi peserta.
“Untuk kegiatannya perhari itu beda-beda, dibagi per camp, contohnya camp saya melakukan kegiatan Eco Green, yaitu pemilihan sampah dan segala macamnya. Kemudian tadi ada camp lain yang kegiatannya Sport Corner, kemudian ada juga yang kegiatannya ke Palang Merah Indonesia (PMI),” ujar Elan, di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (10/9/2025).
Elan juga menyebutkan di panggung utama akan ada konser dan penampilan dari para peserta yang telah diseleksi menampilkan pentas seni dan budaya khas dari masing-masing.
Dua peserta Jambore Muslim Dunia dari Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, Alya dan Azrinas mengatakan mereka mengikuti beragam kegiatan yang memacu aktivitas fisik dan otak, seperti enggrang, panahan, dan merakit robot.
“Kegiatan hari ini Sport Corner, jadi disana itu kita kaya mengenal permainan-permainan, entah itu enggrang, panahan, ada merakit robotic juga, dan di kenali permainan-permainan dari teknologi yang lainnya juga. Harapannya semoga bisa mendapatkan lebih banyak temen lagi, banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari pengalaman ini,” kata Alya dan Azrinas, Rabu (10/9/2025).
Dengan mengusung tema “Membangun Ukhuwah, Meneguhkan Peradaban”, jambore ini dirancang menjadi ruang perjumpaan lintas budaya dan bangsa, rangkaian kegiatannya mencakup seminar kepemudaan, forum dialog antarnegara, pameran budaya Islam, kegiatan sosial, hingga pertunjukan seni. Seluruh aktivitas diarahkan untuk memperkuat persaudaraan umat Islam serta membekali generasi muda dengan wawasan kepemimpinan, kolaborasi global, dan nilai-nilai perdamaian.
Ketua Panitia Jambore Muslim Dunia 2025, Aditya Warman menegaskan bahwa pertemuan ini memiliki makna strategis. “Jambore ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi momentum penting bagi generasi muda muslim untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun kerja sama nyata lintas negara," katanya, dikutip dari Warta Pramuka, Kamis (11/9/2025).
Ajang internasional ini dihadiri oleh 15.333 peserta dari 16 negara, dan direncakanan berlangsung hingga Minggu, 14 September 2025. Penyelenggaraan World Muslim Scout Jambore, yang diinisiasi oleh Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor ini menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang membawa rahmat dan perdamaian dunia.
(Pamungkas, Zahra, Dhilah - Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA)