Banjir di Srimukti Bekasi, Warga Minta Solusi

RRI.CO.ID, Bekasi – Banjir yang melanda Perumahan Karnaen Residence Srimukti, Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sebagian mulai berangsur-angsur surut. Kini, banjir pasca hujan deras tersebut, tersisa di blok tengah dan belakang di perumahan itu, dengan ketinggian semata kaki orang dewasa.

Ketua RT 08 di Perumahan Karnaen Residence Srimukti, Gugun (33), menyebut kondisi banjir saat berita ini dibuat sudah membaik dibandingkan hari sebelumnya. “Untuk masalah banjir yang terkini saat ini, kondisi banjirnya sudah surut, tapi untuk blok tengah dan belakang masih masuk di rumah, tapi hanya semata kaki orang dewasa,” ujarnya saat diwawancarai tim RRI Jakarta pada Senin sore, 19 Januari 2025.

Dalam proses evakuasi dan penanganan warga terdampak, Gugun memastikan tidak ada kendala di lapangan. “Untuk masalah kendala pas evakuasi itu tidak ada kendala, semuanya aman, lancar, dan Alhamdulillah semua warga sehat,” katanya.

Ia menambahkan dari total 92 Kepala Keluarga (KK), sekitar 75 hingga 80 KK memilih bertahan di rumahnya. Seluruh warga disebut berada dalam kondisi aman dan sehat selama banjir berlangsung.

Namun demikian, Gugun menekankan perlunya langkah pencegahan jangka panjang agar banjir serupa tidak kembali terulang. Ia menyoroti perlunya penanganan serius pada Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) yang kerap meluap saat hujan deras.

Tampak air masih menggenangi perumahan Karnaen Residence Srimukti, Senin sore, 19 Januari 2026. (Foto: RRI/Aura Putri Fadillah)

“Saya perwakilan seluruh warga di Karnaen ini, bahkan seluruh warga perumahan di Srimukti ini, kepengen kalau seandainya itu sungai meluap, itu tidak meluber atau keluar ke warga atau perumahan,” ungkapnya. Menurutnya, pemasangan turap dan perbaikan alur sungai menjadi kebutuhan mendesak.

Selain sungai, sistem drainase di dalam perumahan juga dinilai bermasalah. Gugun menyebut saluran air di Karnaen Residence tidak berfungsi optimal meski dalam kondisi tidak banjir, sehingga memperparah genangan saat hujan deras turun.

Dari sisi warga, Indra (32), salah satu korban banjir mengatakan peristiwa ini merupakan banjir ketiga yang dialaminya sejak tinggal di Srimukti. “Semenjak saya tinggal di sini sudah tiga kali banjir, ini kejadian yang ketiga, terakhir kemarin sampai ke leher orang dewasa,” tuturnya.

Indra merinci ketinggian air di beberapa Blok mencapai 1,5 hingga 2 meter, terutama di Blok D dan E. Akibat banjir tersebut, ia mengaku mengalami kerugian materi serta gangguan kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

“Kerugian pasti materi, kesehatan terganggu, aktivitas terganggu, pekerjaan terganggu dan saya sampai izin untuk tidak bekerja selama dua hari,” katanya. Ia berharap pemerintah mempercepat perbaikan kali CBL dan sungai lain di Bekasi sebagai upaya penanggulangan banjir ke depan.

(Aura Putri Fadillah dan FitriYanti Puspita Dewi – Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

Baca Juga :

Wapres Tinjau Banjir Bekasi, Pastikan Keselamatan dan Pendampingan Warga Terpenuhi
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita