Komunitas My Halal Kitchen, Ruang Diskusi Berbagai Pengetahuan
- by Dermawan Ismail
- Editor Aris Basuki
- 17 Jan 2026
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Komunitas My Halal Kitchen berdiri pada 28 Juni 2009 di Jakarta dan bermula sebagai sebuah grup Facebook dengan alamat www.facebook.com/groups/myhalalkitchen http://www.facebook.com/groups/myhalalkitchen. Wadah ini dibentuk sebagai ruang berbagi pengetahuan dan diskusi seputar kehalalan bahan pangan, khususnya bahan masakan dan baking yang banyak beredar di pasaran tanpa informasi jelas.
Penggagas komunitas ini adalah Meili Amalia, S.Sos. mengatakan, ''saya tergerak setelah membaca artikel Ir. Anton Apriyantono, M.Sc. tentang titik kritis kehalalan bahan pangan. Darisitu saya menyadari bahwa dalam satu potong roti saja terdapat banyak aspek kehalalan, mulai dari perasa, pelembut, pewarna, butter, hingga alat yang digunakan, saya ingin ada forum edukasi agar masyarakat lebih cerdas halal dan tidak sekadar mengandalkan asumsi,” ujar Meili di saat wawancara dalam acara Obrolan Komuitas, Selasa, (13/01/2026) melalui sambungan telp.

Meil berharap My Halal Kitchen dapat lebih berperan dalam membina pelaku UKM agar mampu menjalani proses sertifikasi halal dengan baik, sekaligus memperluas manfaat edukasi halal bagi masyarakat luas. (Foto: Meili)
Dengan tujuan sebagai sarana edukasi dan pertukaran informasi, My Halal Kitchen fokus membahas bahan-bahan, terutama ingredients impor yang kerap dijual dalam bentuk repack tanpa identitas jelas. Hingga kini, komunitas ini telah memiliki sekitar 27 ribu anggota dari berbagai latar belakang. Tidak ada syarat khusus untuk bergabung, selain mengajukan permintaan dan melalui proses moderasi.
Berbagai kegiatan lahir dari inisiatif pendiri maupun anggota, mulai dari diskusi daring, edukasi halal di berbagai forum, hingga kolaborasi dengan sponsor. Pada 2014, My Halal Kitchen menerima Halal Award dari LPPOM MUI sebagai komunitas yang aktif melakukan edukasi halal kepada masyarakat. “Sukanya adalah ketika orang menjadi lebih paham soal halal. Niat saya hanya mencari rida Allah SWT, semoga menjadi amal jariyah,” tutur Meili.
Selain mengelola komunitas, Meili juga telah menerbitkan dua buku dalam seri halal, yakni Halal Chinese Food ala Resto dan Halal Jelly Art, serta aktif tampil dalam berbagai talkshow dan pameran halal. Ke depan, ia berharap My Halal Kitchen dapat lebih berperan dalam membina pelaku UKM agar mampu menjalani proses sertifikasi halal dengan baik, sekaligus memperluas manfaat edukasi halal bagi masyarakat luas.