Waspada Sakit Perut dan Pinggang


RRI.CO.ID,Gorontalo - Sakit perut dan nyeri pinggang dapat terjadi secara bersamaan, baik muncul secara mendadak maupun perlahan. Dikutip dari AloDokter, kondisi ini umumnya tidak selalu disebabkan oleh penyakit serius. Namun demikian, masyarakat perlu waspada apabila keluhan tersebut disertai demam, nyeri hebat, atau gangguan buang air kecil.

Sakit perut dan nyeri pinggang dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari pola makan yang kurang sehat, infeksi, gangguan saluran kemih, hingga cedera atau ketegangan otot. Keluhan ini dapat bersifat ringan hingga berat, tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Gejala yang muncul pun beragam, seperti nyeri tumpul, kram, nyeri tajam yang muncul mendadak, hingga disertai mual, demam, serta perubahan pada frekuensi atau rasa saat buang air kecil. Dengan mengenali pemicu dan gejala sejak dini, langkah penanganan yang tepat dapat segera dilakukan untuk meredakan keluhan dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Penyebab Sakit Perut dan Nyeri Pinggang

Masih dikutip dari AloDokter, berikut beberapa penyebab sakit perut dan nyeri pinggang yang perlu diketahui:

1. Cedera atau ketegangan otot
Ketegangan otot akibat aktivitas fisik berlebihan, olahraga yang tidak tepat, atau postur tubuh yang salah saat duduk maupun mengangkat barang sering memicu nyeri pinggang yang dapat menjalar ke perut. Nyeri biasanya terasa tumpul disertai otot kaku atau sulit digerakkan. Keluhan ini umumnya dapat membaik dengan perawatan sederhana di rumah.

2. Gangguan pencernaan
Gangguan pencernaan seperti sembelit, diare, radang usus buntu, atau irritable bowel syndrome (IBS) juga kerap menyebabkan sakit perut dan nyeri pinggang. Gejala yang menyertai dapat berupa kram, perut kembung, hingga perubahan pola buang air besar. Pada beberapa kasus, nyeri dapat muncul tiba-tiba dan semakin tajam sehingga memerlukan pemeriksaan medis.

3. Infeksi saluran kemih (ISK)
Infeksi saluran kemih menjadi salah satu penyebab umum sakit perut dan nyeri pinggang. Gejalanya meliputi nyeri di perut bagian bawah dan pinggang, sering buang air kecil, serta urine yang keruh atau berbau. Jika tidak segera ditangani, infeksi dapat menyebar ke ginjal dan menyebabkan demam tinggi.

4. Batu ginjal
Batu ginjal terbentuk akibat penumpukan mineral yang menyumbat aliran urine. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri tajam dan mendadak di pinggang maupun perut, bahkan menjalar ke selangkangan. Keluhan sering disertai mual, muntah, atau urine bercampur darah.

5. Infeksi atau peradangan ginjal (pielonefritis)
Peradangan ginjal akibat infeksi bakteri dapat menimbulkan sakit perut dan nyeri pinggang yang cukup parah. Gejala lain yang menyertai antara lain demam tinggi, menggigil, urine keruh, serta nyeri saat buang air kecil. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera.

6. Gangguan pada organ reproduksi
Pada wanita, gangguan seperti kista ovarium, infeksi panggul, atau endometriosis dapat menyebabkan sakit perut dan nyeri pinggang, terutama menjelang haid atau saat ovulasi. Sementara pada pria, infeksi atau pembesaran prostat juga dapat menimbulkan keluhan serupa.

Cara Mengatasi Sakit Perut dan Nyeri Pinggang

Selama keluhan masih tergolong ringan dan tidak disertai gejala yang mengkhawatirkan, sakit perut dan nyeri pinggang umumnya dapat membaik dengan perawatan mandiri. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain istirahat yang cukup, menghindari aktivitas berat, mengompres hangat area nyeri selama 10–15 menit, mencukupi asupan air putih, serta mengonsumsi makanan yang mudah dicerna.

Penggunaan obat pereda nyeri seperti paracetamol dan salep pereda nyeri juga dapat membantu, asalkan sesuai dengan anjuran. Namun, apabila keluhan tidak kunjung membaik, sering kambuh, atau disertai gejala serius seperti demam tinggi, darah pada urine atau feses, serta kesulitan buang air kecil, masyarakat diimbau segera berkonsultasi ke dokter.


Rekomendasi Berita