Influenza A(H3N2) Subclade K Belum Ditemukan di Gorontalo
- by Pemprov Gorontalo : Rosyid Ashar
- Editor Budi Akantu
- 7 Jan 2026
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Jeane Istanti Dalie, mengungkapkan bahwa situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan adanya peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya. Hal tersebut disampaikan Jeane dalam keterangan resminya pada Rabu (07/01/2026).
Jeane menjelaskan, berdasarkan data surveilans Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) tahun 2025 di Provinsi Gorontalo yang bersumber dari sistem NAR, tercatat total 326 kasus ILI. Kasus tersebut berasal dari Puskesmas Kabila sebanyak 113 kasus dan RS Hasri Ainun Habibie (RSHAH) sebanyak 213 kasus. Dari total tersebut, sebanyak 255 kasus dilakukan pengambilan sampel, terdiri dari 113 sampel dari Puskesmas Kabila dan 142 sampel dari RSHAH, dengan hasil pemeriksaan laboratorium keluar sebanyak 252 kasus.
Adapun rincian hasil pemeriksaan menunjukkan Covid-19 sebanyak 12 kasus, Influenza A(H1N1) sebanyak 37 kasus, Influenza A(H3N2) sebanyak 27 kasus, Influenza B Victoria sebanyak 1 kasus, serta Influenza B lineage yang belum dapat ditentukan sebanyak 1 kasus. Untuk sebaran kasus Influenza A(H3N2) di Provinsi Gorontalo, tercatat Kabupaten Bone Bolango sebanyak 8 kasus, Kabupaten Gorontalo 18 kasus, dan Kabupaten Pohuwato 1 kasus.
“Saat ini belum ditemukan H3 subclade K di Gorontalo. Namun tidak menutup kemungkinan dalam pemeriksaan lanjutan dapat ditemukan kasus tersebut di Gorontalo,” ujar Jeane.
Lebih lanjut Jeane menyampaikan, berdasarkan penilaian World Health Organization (WHO) serta data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang ditimbulkan umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala dan nyeri tenggorokan.
Secara nasional, hasil surveilans menunjukkan bahwa influenza A(H3) masih menjadi varian dominan di Indonesia. Tren kasus influenza juga tercatat mengalami penurunan dalam dua bulan terakhir. Berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, subclade K telah terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem surveilans, pelaporan, serta kesiapsiagaan dalam merespons perkembangan situasi influenza sesuai dengan dinamika yang terjadi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan deteksi dini dan penanganan yang cepat apabila terjadi perubahan pola penularan maupun keparahan penyakit.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta. Vaksin influenza dinilai tetap efektif dalam mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian akibat influenza.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap berada di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, menerapkan etika batuk dan bersin, serta segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila gejala memburuk atau tidak membaik dalam waktu lebih dari tiga hari. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menekan penularan dan melindungi kelompok masyarakat yang berisiko tinggi. (mcgorontaloprov/md/ilb/nancy)