Daya Beli Menurun, Jasa Pangkas Rambut Fakfak Lesu

KBRN, Fakfak : Menjelang penghujung tahun 2025, sejumlah tukang pangkas rambut di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, justru menghadapi kondisi sepi pelanggan. Situasi ini berbanding terbalik dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana jasa pangkas rambut biasanya ramai dikunjungi masyarakat menjelang pergantian tahun.

Salah seorang tukang pangkas rambut di pusat Kota Fakfak, Rahmat (45), mengaku penurunan jumlah pelanggan terjadi cukup signifikan. Dalam sehari, ia hanya melayani sekitar enam hingga tujuh orang, jauh menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai hingga 15 pelanggan per hari.

“Dalam sehari tidak sampai 10 orang, paling ramai hanya 6 sampai 7 pelanggan,” ujar Rahmat saat ditemui di tempat usahanya. Ia menilai kondisi ini terjadi hampir sepanjang akhir tahun, tanpa lonjakan pelanggan seperti biasanya.

Rahmat menduga menurunnya daya beli masyarakat serta menjamurnya barbershop modern turut memengaruhi sepinya usaha pangkas rambut tradisional. Meski demikian, pria asal Madura itu tetap bertahan dan membuka usahanya setiap hari demi memenuhi kebutuhan keluarga.

“Ya tetap buka, sedikit-sedikit kirim uang ke anak istri di kampung,” tuturnya. Ia berharap kondisi ekonomi masyarakat segera membaik sehingga usahanya kembali ramai seperti tahun-tahun sebelumnya.

Hal serupa dirasakan Norman, tukang pangkas rambut yang beroperasi di kawasan Jalan Izak Telussa, Fakfak. Ia menyebut sepanjang tahun 2025, jumlah pelanggan yang datang ke tempatnya cenderung stabil namun rendah. “Tahun ini sepi-sepi saja,” ucapnya singkat.

Kondisi usaha yang lesu juga berdampak pada rencana pribadi para pelaku usaha kecil tersebut. Norman mengaku keinginannya untuk pulang kampung ke Jawa pada tahun 2026 masih tertunda akibat keterbatasan biaya. “Kalau sudah punya uang lebih baru bisa pulang. Tiket pesawat ke Jawa juga kan mahal,” katanya.

Rekomendasi Berita