Dokter Ingatkan Bahaya Konsumsi Anti-Nyeri Berkepanjangan

RRI.CO.ID, Labuan Bajo – Kemudahan akses obat anti-nyeri di masyarakat dinilai menjadi salah satu penyebab maraknya penggunaan obat tanpa pengawasan medis. Kondisi ini berpotensi membahayakan kesehatan jika tidak disertai pemahaman yang tepat.


Hal tersebut disampaikan dr. Eunike Eileen Emeralda, Dokter Umum Siloam Labuan Bajo, dalam dialog ZONA EDUKASI RRI Labuan Bajo. Ia menilai banyak masyarakat hanya berfokus menghilangkan rasa sakit tanpa mencari penyebab nyeri itu sendiri.


“Obat anti-nyeri hanya menutup rasa sakit, bukan menyembuhkan penyebabnya. Ada kondisi berbahaya seperti usus buntu yang nyerinya bisa tertutupi obat,” jelasnya.


Menurutnya, kesalahan yang sering terjadi adalah penggunaan obat anti-nyeri dalam jangka panjang, khususnya pada keluhan kronis seperti nyeri lutut pada lansia, tanpa konsultasi dengan dokter spesialis. Akibatnya, risiko komplikasi lambung dan ginjal meningkat.


Dr. Eunike menegaskan, masyarakat perlu waspada terhadap tanda bahaya atau alarm sign, seperti nyeri yang semakin berat, nyeri dada, atau nyeri yang tidak kunjung membaik selama berbulan-bulan. Kondisi tersebut harus segera mendapat penanganan medis.


Ia juga mengingatkan pentingnya membaca label peringatan pada kemasan obat. “Jika nyeri tidak membaik, segera hubungi dokter,” katanya.


Pemilihan obat anti-nyeri, menurutnya, harus disesuaikan dengan jenis, lokasi, dan penyebab nyeri agar aman dan efektif.

Rekomendasi Berita