Perempuan Rentan Gangguan Mental, Gejalanya Kerap Terabaikan

RRI.CO.ID, Labuan Bajo – Perempuan dinilai lebih rentan mengalami gangguan kesehatan mental dibandingkan laki-laki, namun gejalanya kerap tidak disadari dan sering muncul dalam bentuk keluhan fisik. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kesehatan mental perempuan.


Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, dr. Debrayat Osiana, mengungkapkan perempuan secara statistik lebih banyak mengalami depresi dan gangguan cemas dengan perbandingan sekitar tiga banding satu dibandingkan laki-laki. Hal tersebut disampaikannya dalam Program ZONA EDUKASI RRI Labuan Bajo.


“Banyak perempuan datang dengan keluhan sakit kepala, gangguan lambung, atau nyeri tubuh, padahal pemeriksaan medis tidak menemukan kelainan fisik. Baru kemudian dirujuk ke psikiater,” ujar dr. Debrayat.


Ia menjelaskan, tuntutan peran ganda sebagai ibu, istri, dan pekerja sering membuat perempuan mengabaikan kebutuhan emosionalnya sendiri. Kondisi ini memperbesar risiko gangguan mental yang tidak tertangani sejak dini.


Tanda awal gangguan mental yang perlu diwaspadai antara lain sulit tidur, kehilangan motivasi, perasaan pesimis berkepanjangan, serta mudah menangis tanpa alasan yang jelas. Gejala tersebut kerap dianggap wajar dan dibiarkan berlarut-larut.


Menurut dr. Debrayat, faktor relasi keluarga, tekanan budaya, serta minimnya batasan dalam kehidupan sosial turut memicu gangguan mental pada perempuan. Selain itu, perubahan hormon juga berpengaruh signifikan pada kondisi psikologis.


Ia menekankan pentingnya deteksi dini dan kesadaran untuk mencari bantuan profesional. Gangguan mental, menurutnya, bukan kelemahan pribadi, melainkan kondisi medis yang dapat ditangani.

Rekomendasi Berita