Pemerintah Kembangkan Kawasan Transmigrasi dengan Trans Patriot 2026

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah berkomitmen mengembangkan potensi sebanyak total 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia dengan program Trans Patriot 2026. Pengembangan kawasan transmigrasi dengan Trans Patriot melibatkan sejumlah Perguruan Tinggi Mitra dengan usulan tambahan 60 kawasan transmigrasi baru.

Menteri Transmigrasi (Mentrans), M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyebut, transmigrasi saat ini bukan lagi distribusi penduduk atau penyebaran penduduk. Namun, transmigrasi hari ini yaitu untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

"Kongkret ya, kami harus lebih banyak menyediakan lapangan kerja. Kemudian pendapatan yang layak sehingga tidak ada lagi masyarakat yang miskin," kata Menteri Iftitah dalam Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Mitra Trans Patriot 2026 di Hotel Mercure Jakarta, Minggu 18 Januari 2026.

Menteri Iftitah memaparkan, program Trans Patriot 2026 sebagai investasi di tengah sejumlah kawasan transmigrasi yang masih terbelakang. Menurutnya, masih terdapat sejumlah kawasan transmigrasi yang belum berkembang, khususnya infrastruktur, jalan, dan fasilitas penunjang kawasan.

"Industrialisasi di Rempang dan Galang, itu nanti selain kawasan industri juga perikanannya, kelautannya. Kemudian yang kedua, misalkan di Mamuju, Kaluku, kawasan transmigrasi Maluku, itu ada potensi logam tanah jarang," ucapnya.

Menteri Iftitah menjelaskan, Trans Patriot 2026 juga akan fokus mengembangkan bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan lain sebagainya. Selain itu, Pemerintah juga akan memberikan Beasiswa Patriot di tiga kawasan transmigrasi yang bekerja sama dengan Perguruan Tinggi.


"Menjembatani dunia kampus dengan kebutuhan masyarakat, dilakukan investasi dan pembangunan ekonomi mendapatkan manfaat dari pembangunan ekonomi tersebut. Kami diskusikan lebih intens terkait dengan program studi, kemudian insentif, kemudian juga syarat-syarat yang harus dipenuhi," ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komite Eksekutif Pembangunan Otonomi Khusus Papua, John Gluba Gebze menegaskan transmigrasi harus menciptakan ekonomi baru. Khususnya pengembangan dan peningkatan infrastruktur dan sarana penunjang kawasan transmigrasi di Papua yang memerlukan perhatian dari Pemerintah Pusat.

"Kita ingin di Papua lebih banyak lapangan kerja, lebih banyak melibatkan masyarakat. Kemudian juga kita ingin tidak ada lagi masyarakat miskin di seluruh wilayah Indonesia," terang John.

John menambahkan, permasalahan ketimpangan wilayah menjadi fokus semua pihak, dimana sejumlah kampus akan turut berkontribusi sesuai bidangnya masing-masing. Sejumlah Perguruan Tinggi yang bergabung yaitu, UI, IPB, ITB, UNPAD, ITS Surabaya, kemudian Brawijaya, Airlangga, dan Unas.

"Sehingga kami bisa membangun kapal dengan PT Pal Surabaya karena banyak lulusan dari ITS Surabaya. Dari perkapalan yang juga kami membangun untuk menghubungkan nusantara dari titik batas Republik Indonesia Merauke ke berbagai pelosok," harapnya.

Program Trans Patriot merupakan salah satu dari lima program unggulan Kementerian Transmigasi di bawah Menteri Iftitah. Empat program lainnya yaitu, Trans Tuntas, Trans Lokal, Trans Gotong Royong, dan Trans Karya Nusa.


Rekomendasi Berita