UMKM Klungkung Hadirkan Produk Anyaman Terjangkau

KBRN, Klungkung: Di tengah dinamika daya beli masyarakat dan tantangan biaya produksi, UMKM di Kabupaten Klungkung memilih bertahan sekaligus berkembang dengan menghadirkan produk anyaman yang dipasarkan pada harga terjangkau. Produk anyaman yang dihasilkan UMKM Klungkung memanfaatkan bahan baku lokal dengan pengolahan sederhana namun tetap memperhatikan aspek kualitas dan fungsi.


Pelaku UMKM Sari Bambu, I Nengah Sinta kepada RRI Denpasar mengungkap, rentang harga yang ditawarkan, mulai dari Rp10.000, dinilai mampu menjangkau berbagai segmen konsumen tanpa mengurangi nilai estetika dan kegunaan produk.


“Untuk harga kami pasarkan paling mahal Rp 500.000 jenis lampu, paling murah ada dengan harga Rp 10.000,” ujarnya pada Senin (05/01/2026).


Nengah Sinta menambahkan, pengembangan produk berharga ekonomis tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan penjualan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian keterampilan tradisional. Anyaman yang diproduksi mencerminkan identitas budaya lokal sekaligus menyesuaikan desain dengan kebutuhan masyarakat modern, baik untuk keperluan rumah tangga maupun aktivitas sehari-hari.


“Walau potensi kedepannya tetap berpeluang, kami kesulitan mencari regenerasi karena sudah sedikit yang bisa serta yang bersedia belajar menganyam,” ucapnya.


Di tengah tantangan fluktuasi biaya bahan baku dan keterbatasan tenaga kerja terampil, UMKM Klungkung tetap berupaya menjaga efisiensi produksi. Optimalisasi proses kerja, pengendalian biaya, serta pemanfaatan jaringan pemasaran lokal menjadi langkah strategis agar produk tetap kompetitif di pasaran.


Kehadiran produk anyaman dengan harga terjangkau juga diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi lokal. Reporter RRI Denpasar Tri Larasati melaporkan.


Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita