UMKM Klungkung Lestarikan Motif Pepatra Bali

KBRN, Klungkung: Upaya pelestarian motif pepatra sebagai bagian dari warisan seni rupa tradisional Bali terus dilakukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kain di Kabupaten Klungkung. Di tengah dinamika industri tekstil modern, motif pepatra tetap dipertahankan sebagai identitas visual yang sarat nilai filosofi, estetika, dan kearifan lokal masyarakat Bali.


Owner UMKM Bintang Timur, I Made Suwebawa kepada RRI Denpasar menyampaikan, motif pepatra yang diaplikasikan pada kain tradisional tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif, tetapi juga merepresentasikan simbol alam, keseimbangan kosmis, serta nilai spiritual yang diwariskan secara turun-temurun.


“Kain tenun yang dihasilkan kami motifnya Pepatra atau motif asli Bali, warna natural (alami) masih kami pertahankan,” ujarnya pada Minggu (04/01/2026).


Made Suwebawa menambahkan, UMKM kain tradisional berperan strategis menjaga keberlanjutan motif tersebut melalui proses pemilihan pola autentik, serta pewarisan pengetahuan kepada generasi perajin muda . Pelestarian motif pepatra juga berkontribusi pada penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya.


“Kedepannya kami tetap berinovasi karena persaingan semakin ketat, saat ini pula kami kembangkan warna alam atau natural, untuk mengimbangi persaingan di pasar serta tetap mempertahankan ciri khas produk kami,” ucapnya.


Dengan mengintegrasikan motif tradisional ke dalam produk tekstil yang adaptif terhadap kebutuhan pasar, UMKM Klungkung mampu menjaga relevansi budaya lokal sekaligus meningkatkan daya saing produk di tingkat regional dan nasional. Keberlanjutan tradisi ini diharapkan dapat memperkuat posisi budaya lokal sebagai fondasi pembangunan ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan berakar pada nilai-nilai tradisi.


Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita