Generasi Muda Perkuat Gerakan Antikorupsi

KBRN, Denpasar: Generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat budaya antikorupsi di Indonesia. Melalui pendidikan, literasi, dan gerakan komunitas, anak muda dapat menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran kolektif bahwa korupsi bukan sekadar persoalan hukum, tetapi juga ancaman serius bagi masa depan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.

Alumni Kelas Pemuda Anti Korupsi KPK RI sekaligus Sekretaris Kita Gerak Bareng, Ni Luh Ade Bunga Kris Nanti, SH, menekankan pentingnya membangun integritas sejak dini. Ia menilai korupsi berawal dari pilihan individu ketika nilai kejujuran dan tanggung jawab diabaikan, sehingga penguatan karakter dan integritas menjadi fondasi utama pencegahan korupsi.

“Kita diharapkan bersatu mencegah korupsi, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat. Dengan membangun integritas dan mengajak orang lain, praktik korupsi dapat semakin diminimalisir di Indonesia.” jelasnya.

Ade Bunga juga menyoroti peran komunitas dan ruang-ruang edukasi sebagai sarana efektif menanamkan pemahaman antikorupsi kepada generasi muda. Pendekatan literasi melalui diskusi, media sosial, dan kegiatan kreatif dinilai mampu membentuk cara pandang kritis anak muda terhadap praktik-praktik yang merugikan negara.

“Kami meningkatkan literasi antikorupsi melalui media sosial dan buku, serta menanamkan pemahaman kepada anak muda tentang apa itu korupsi, dampaknya, dan cara pencegahannya, termasuk mendorong mereka menyampaikan pandangan kritis terkait korupsi.” jelasnya.

Menurutnya, konsistensi generasi muda dalam menjaga integritas dan menolak praktik koruptif di lingkungan terdekat akan menjadi kekuatan jangka panjang dalam menciptakan masyarakat yang sadar hukum. Gerakan dari bawah ini diharapkan mampu membentuk budaya antikorupsi yang berkelanjutan dan berakar kuat di tengah masyarakat.

Rekomendasi Berita