KBRN, Denpasar :Kehilangan beberapa gigi asli atau seluruhnya, ternyata mempengaruhi penampilan anda. tidak hanya itu saja, kehilangan beberapa jumlah gigi pada mulut kita akan mengganggu fungsi vital, seperti mengunyah bahkan berbicara.
drg. Chiesa Adiguna Setiajid, Sp.Pros., Dokter Spesialis Prostodonsia dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar menyatakan, saat ini ilmu kedokteran gigi menawarkan solusi penting bagi anda yang memiliki masalah pada gigi yaitu gigi tiruan atau gigi palsu.
Gigi tiruan dirancang untuk menggantikan struktur gigi yang hilang serta mengembalikan kesehatan dan fungsi optimal rongga mulut. Tujuan pembuatan gigi tiruan pada hakikatnya adalah untuk memperbaiki fungsi pengunyahan, pengecapan, estetik, menjaga kesehatan jaringan, dan mencegah pergeseran gigi yang tersisa.
drg.Chiesa membagikan beberapa jenis gigi tiruan yang dapat menjadi rekomendasi, ketika ingin memasang gigi tiruan, yaitu :
1. Gigi Tiruan Lepasan (Removable Dentures)
Gigi tiruan dapat dilepas dan dipasang sendiri oleh pasien. Biasanya, gigi tiruan lepasan dapat dilepas pada malam hari, untuk mengistirahatkan jaringan gusi dan tulang rahang. Gigi tiruan lepasan ini ada 2 jenis, yaitu:
- Gigi Tiruan Sebagian Lepasan, dapat digunakan ketika pasien masih memiliki beberapa gigi asli. Biasanya bdaptasinya relatif lebih cepat.
- Gigi Tiruan Lengkap/Penuh, yaitu gigi yang digunakan ketika pasien sudah kehilangan semua giginya. Karena hanya didukung oleh tulang dan gusi dan bukan gigi asli atau implan, penyesuaiannya biasanya memakan waktu lebih lama (rata-rata 6-8 minggu) dan fungsinya lebih lemah (1/5 sampai 1/4 kali gigi asli).
2. Gigi Tiruan Cekat (Fixed Dentures)
Sementara itu, gigi tiruan cekat dipasang secara permanen dan tidak dapat dilepas pasang oleh pasien. drg.Chiesa menyampaikan, gigi tiruan cekat menawarkan kenyamanan dan fungsi yang mirip gigi asli, sehingga adaptasi lebih cepat. Jenisnya ada 2, yaitu:
- Jenis Jembatan (Bridge), jenis ini mengganti satu atau beberapa gigi yang hilang dengan bersandar pada dua gigi asli di sebelahnya. Biasanya, gigi penyangga harus dikurangi atau diasah, berpotensi merusak gigi yang masih sehat. Namun, jenis ini tidak memerlukan waktu lama dan lebih murah dari pada implan.
- Jenis Implan Gigi (Dental Implant, jenis ini menjadi solusi terbaik karena tidak merusak gigi di sebelahnya. Gigi implan ditanam di tulang rahang dan berfungsi sebagai akar gigi tiruan. Menjadi catatan penting bahwa melakukan Tindakan implant membutuhkan kondisi kesehatan umum yang baik dan proses pembersihan yang ketat.
Disela-sela wawancara Bersama RRI, drg.chiesa menyampaikan penggunaan gigi tiruan sangat penting bahkan hanya untuk satu gigi yang hilang. Kehilangan satu atau lebih gigi dapat menyebabkan migrasi/pergeseran gigi lain, penurunan fungsi mengunyah dan bicara, serta kelainan pada sendi rahang (Temporomandibular Joint - TMJ). Jadi, sebelum padang gigi tiruan, ingat konsultasi ke dokter gigi kepercayaan anda ya!