Fluktuasi Harga Bunga di Pasar Galiran

KBRN, Klungkung : Fluktuasi harga bunga di Pasar Galiran menunjukkan dinamika pasar komoditas hortikultura. Hal itu dipengaruhi faktor produksi, distribusi, dan permintaan konsumen. Perubahan harga yang terjadi secara periodik mencerminkan kondisi pasar yang bersifat adaptif terhadap variabel lingkungan maupun sosial-ekonomi.

Salah seorang pedagang, Nengah Sumiti kepada rri.co.id menyampaikan, harga bunga gumitir dan pacar air sejak selasa 7 Januari 2026 mengalami penurunan. “Awalnya harga bunga Rp 20.000, lalu turun menjadi Rp 15.000,” ujarnya pada Rabu (07/01/2026).

Nengah Sumiti menambahkan, ketersediaan pasokan bunga sangat bergantung pada kondisi cuaca dan siklus tanam petani. Intensitas curah hujan, suhu udara, serta tingkat kelembapan berpengaruh langsung terhadap kualitas dan kuantitas bunga.

Ketika produksi mengalami penurunan akibat faktor alam, harga cenderung meroket akibat keterbatasan pasokan. “Memang naik turunnya tidak menentu, bisa juga meroket karena hari raya,” ucapnya.

Permintaan bunga di Pasar Galiran turut dipengaruhi momentum sosial, budaya, serta kegiatan keagamaan. Peningkatan aktivitas adat dan perayaan tertentu mendorong lonjakan permintaan, yang secara ekonomi berimplikasi pada kenaikan harga pasar. Kondisi ini memperlihatkan keterkaitan erat antara aspek budaya lokal dan mekanisme pasar.


Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita