Stabilitas Ekonomi UMKM Kuliner Kintamani Menjelang Nataru
- by Desak Nyoman Tri Larasati
- Editor Ni Nyoman Kasih
- 25 Des 2025
- Denpasar
KBRN, Denpasar: Menjelang momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru), sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner di wilayah Kintamani menunjukkan indikator stabilitas ekonomi yang relatif terjaga. Kondisi ini tidak hanya mencerminkan daya tahan pelaku usaha terhadap dinamika pasar wisata, tetapi juga menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan aktivitas ekonomi lokal di kawasan destinasi pariwisata Bali.
Pelaku UMKM Warung Kita, Ni Putu Kertiasih kepada RRI Denpasar menyampaikan, bahwa tingkat kunjungan wisatawan cenderung berada pada kisaran stabil sepanjang periode akhir tahun, meskipun masih dipengaruhi variabel cuaca, kesiapan infrastruktur, dan pola mobilitas wisatawan, hingga kini terpantau keramaian pembeli terbanyak pada weekend yakni di hari sabtu.
“Sekarang masih biasa tetapi menunggu, biasanya hari sabtu ramai karena selain area wisata, disini banyak tempat camp,” ujarnya pada Rabu (24/12/2025).
Putu Kertiasih menambahkan, stabilitas penjualan terlihat dari konsistensi permintaan terhadap produk kuliner khas Kintamani, dengan penawaran 24 jenis menu, serta harga yang terjangkau hanya Rp 35.000 saja. Hal ini menandakan bahwa sektor kuliner tetap menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat setempat.
“Kita ada 24 menu dari nasi goreng sampai makanan khas kintamani special mujair nyat-nyat dengan harga dari dahulu tidak berubah di Rp 35.000,” ucapnya.
Putu Kertiasih menyebut, tantangan tetap perlu diantisipasi, terutama terkait persaingan usaha, ketergantungan pada kunjungan wisatawan, serta kebutuhan penguatan kapasitas manajemen UMKM. Dengan penguatan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan pariwisata, stabilitas ekonomi UMKM kuliner di Kintamani diharapkan tidak hanya bertahan pada momentum Nataru, tetapi dapat berkembang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.