Alasan Verstappen Tolak Taktik Perlambatan di Abu Dhabi

KBRN, Cirebon: Max Verstappen menyatakan tidak mempertimbangkan penggunaan taktik perlambatan dalam seri penutup Formula 1 di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi pada Minggu, (7/12/2025). Meskipun, langkah tersebut dinilai sejumlah pihak dapat membuka peluang baginya untuk merebut gelar dunia dari Lando Norris.

Verstappen finis sebagai pemenang balapan, tetapi gagal memperoleh dua poin tambahan yang dibutuhkan untuk mempertahankan gelar juara dunia. Dilansir dari laman the-race.com, menjelang balapan, sejumlah pengamat memperkirakan bahwa Verstappen dapat memperlambat ritme lomba untuk menghambat laju McLaren, serupa dengan strategi yang pernah digunakan Lewis Hamilton terhadap Nico Rosberg pada musim 2016.

Namun, Verstappen menegaskan bahwa kondisi balapan dan strategi lawan membuat pendekatan tersebut tidak layak diterapkan. Menurut Verstappen, keputusan McLaren memasang ban keras pada mobil Oscar Piastri pada fase awal balapan menjadi faktor yang membatasi kemungkinan permainan strategi.

Ia menilai mobil Red Bull terlalu cepat meninggalkan rombongan sehingga sulit memanfaatkan kepadatan lintasan sebagai bagian dari taktik perlambatan. Verstappen juga menyoroti perubahan konfigurasi Sirkuit Yas Marina yang diberlakukan sejak 2021.

Perubahan tersebut, yang membuat proses menyalip lebih mudah, dianggap mengurangi efektivitas upaya menahan kecepatan pembalap lain. Kondisi itu dinilai menimbulkan risiko besar kehilangan posisi apabila strategi perlambatan dipaksakan.

Peluang untuk mengatur tempo balapan sempat muncul ketika Piastri menjalankan strategi dua kali pit stop. Namun, jendela strategis tersebut dinilai terlalu singkat, Red Bull menilai masuk pit untuk kedua kalinya justru berpotensi menempatkan Verstappen di belakang Piastri dan menghilangkan peluang menang.

Kepala tim Red Bull, Laurent Mekies, menjelaskan bahwa seluruh opsi strategi telah dibahas sebelum balapan. Namun, tidak ada skenario yang dianggap memberikan keuntungan kompetitif.

Ia menegaskan tim memutuskan fokus mempertahankan keunggulan kecepatan dan mengamankan kemenangan. Sementara itu, Kepala Tim McLaren, Andrea Stella, menyatakan bahwa penggunaan dua strategi ban berbeda antara Norris dan Piastri bertujuan mempersempit ruang manuver Red Bull.

Menurutnya, pendekatan tersebut efektif mencegah upaya pengendalian tempo di lintasan. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Verstappen memilih menjalankan strategi balapan konvensional.

Kemenangan yang diraihnya tidak cukup untuk mencegah Norris mengamankan gelar juara dunia tanpa intervensi taktis dari pesaing terdekatnya.

(Sumber: The-race.com/Evania Sema/IPB Cirebon)

Rekomendasi Berita