Tips Aman Mengendarai Mobil di Jalan Tergenang Air

KBRN, Boven Digoel: Mengemudi di jalan yang tergenang air membutuhkan kewaspadaan ekstra karena kondisi ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan, mogok, hingga kerusakan mesin. Banyak pengendara meremehkan bahaya genangan air, padahal air yang tampak dangkal bisa menyimpan lubang, sampah, atau arus yang cukup kuat. Berikut beberapa tips aman mengendarai mobil di jalan tergenang air yang dapat dijadikan panduan.

Pertama, perhatikan tinggi genangan air sebelum memutuskan untuk melintas. Umumnya, batas aman bagi mobil penumpang adalah genangan setinggi 10–20 cm. Jika air sudah mencapai sepertiga ban atau lebih, risiko masuknya air ke ruang mesin dan knalpot semakin besar, sehingga lebih baik mencari jalur alternatif. Mengambil keputusan untuk tidak memaksakan diri sering kali jauh lebih aman dan menghindarkan kerusakan mahal.

Kedua, kurangi kecepatan saat memasuki area tergenang. Genangan air dapat menyebabkan ban kehilangan traksi dan membuat mobil mengalami aquaplaning, kondisi ketika ban “mengambang” di atas permukaan air sehingga kemudi sulit dikendalikan. Mempertahankan kecepatan rendah, sekitar 10–20 km/jam, membantu menjaga kontrol kendaraan. Selain itu, kecepatan tinggi dapat menyipratkan air ke ruang mesin, yang berpotensi menyebabkan korsleting atau matinya mesin.

Ketiga, jaga putaran mesin (RPM) tetap stabil. Saat melintas, usahakan menggunakan gigi rendah dan jaga RPM agak tinggi antara 2.000–3.000. Tujuannya agar knalpot tetap mengeluarkan tekanan gas sehingga air tidak masuk ke dalam sistem pembuangan. Hindari mengganti gigi secara tiba-tiba karena dapat menyebabkan mesin kehilangan tenaga dan berisiko mati di tengah genangan.

Keempat, hindari pengereman mendadak. Rem yang terlalu tiba-tiba dapat menyebabkan mobil tergelincir di permukaan licin akibat campuran air dan lumpur. Gunakan pengereman halus dan manfaatkan engine brake bila diperlukan. Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan agar Anda memiliki waktu reaksi yang cukup untuk menghindari hal-hal tak terduga.

Kelima, ikuti jejak kendaraan lain jika kondisi jalan tidak terlihat jelas. Jejak kendaraan lain biasanya menunjukkan bagian jalan yang lebih aman dan tidak terlalu dalam. Namun tetap jaga jarak karena mobil di depan mungkin tiba-tiba berhenti atau tergelincir. Bila kendaraan besar melintas, tunggu beberapa saat hingga riakan air mereda sebelum Anda jalan.

Keenam, hindari genangan terlalu dalam atau bergerak cepat, seperti arus banjir di pinggir sungai atau saluran air. Arus air yang kuat dapat menggeser kendaraan, terutama mobil kecil. Jika ragu, lebih baik berhenti dan mencari rute lain.

Setelah berhasil melewati genangan, periksa kondisi rem dengan menginjaknya berulang kali untuk memastikan pengeringan cakram dan kampas. Rem yang basah bisa mengurangi efektivitas pengereman. Selain itu, jika genangan cukup tinggi atau mobil terasa tidak biasa, segera periksakan ke bengkel untuk memastikan tidak ada air yang masuk ke mesin, transmisi, atau sistem kelistrikan.

Terakhir, jaga kewaspadaan dan kesabaran. Mengemudi di tengah genangan bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga keputusan tepat dan tenang. Dengan memperhatikan tips di atas, Anda dapat meminimalkan risiko kecelakaan dan menjaga kondisi mobil tetap baik meski harus melintasi jalan tergenang air.

Rekomendasi Berita