Eksistensi Produsen Jala Ikan Warga Desa Babakan Kecamatan Ciseeng

RRI.CIO.ID, Bogor - Jala merupakan alat tradisional untuk menangkap ikan di sungai atau di laut yang banyak digunakan oleh nelayan. Siapa yang menyangka jika proses menyulam benang nylon menggunakan tangan menjadi rajutan perangkap ikan itupun membutuhkan ketelitian dan ketelatenan.

Kini rangkaian jaring dan jala ikan banyak di produksi oleh mesin pintal atau pabrikasi dan hanya menyisakan sedikit saja orang yang terampil membuatnya.

Salah seorang diantaranya adalah Abdurrahman (50) perajin jala ikan di Kampung Babakan Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor. Dikatakan Abdurahman meskipun saat ini sudah berkurang, tapi masih ada pemesan jala anyam/rajut.

"Ya karena sudah banyak jala pabrikan atau jahitan. Kalau jala hasil dianyam atau dirajut sudah berkurang. Karena pembuatanya perlu keterampilan khusus dan waktunya lama," ujar Abdurahman, Minggu 18 Januari 2026.

Jala yang diproduksinya adalah jala anyaman dibagi dua jenis yaitu jenis jala kecil atau jala kecrik berukuran 2 sampai 3 meter dan jala besar dengan ukuran 5 hingga 6 meter. Untuk proses pembuatan satu jala kecrik atau jala kecil, dirinya membutuhkan waktu 2 minggu. Sedangkan untuk membuat satu jala besar dibutuhkan waktu sekitar satu bulan.

"Karena membuat jala anyam harus teliti, sabar dan tekun. Untuk harga pesanan jala kecrik biasanya harga 500 ribu. Sedangkan harga pesanan jala besar 1 juta," ucapnya.

Sementara itu pengerajin jalan, Ka Omang mengungkapkan, bahan baku jala anyam adalah kenur senar plastik dan besi timah berbentuk rantai untuk pemberat serta benang nylon untuk bahan 'junjunan/bucu' alat pengikat di bagian ujung kepala jala.

"Untuk alat jarum anyam atau rajut nya, saya pakai alat bernama coban dan barera yang terbuat dari batang bambu," imbuh Ka Omang yang sudah puluhan tahun membuat jala.

Ia mengatakan, akhir-akhir ini, pemesanan jala ikan anyam memang sudah berkurang. Karena hanya sedikit orang yang tau serta hanya dipakai orang-orang yang senang mencari ikann di sungai atau danau.

"Walau sudah berkurang, tapi masih suka ada yang pesan untuk dibuatkan. Kalau kendala sih tidak ada, cuma pemasaran saja kurang," ujarnya.

Bagi masyarakat yang hendak membuat atau membutuhkan jala anyam atau jala rajut ini, bisa datang dan melihat langsung ke rumah Ka Omang dengan alamat Kampung Babakan Kulon Bakul, RT 01 RW 01 Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor.


Rekomendasi Berita