Pengalaman Pahit Apriliana Bangkitkan Motivasi Gapai Emas APG Thailand
- by Danang Sundoro
- Editor Nugroho
- 17 Jan 2026
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Nakhon Ratchasima - Apriliana Sulistyowati mengubah pengalaman pahit semasa sekolah menjadi bahan bakar semangat menuju prestasi tingkat internasional di Thailand. Sosok atlet muda 19 tahun itu kini berdiri tegak memburu emas ASEAN Para Games (APG) 2025.
Debutan asal Sukoharjo ini melupakan rasa lelah perjalanan udara demi latihan di lapangan Universitas Suranaree, Nakhon Ratchasima, Thailand. Ia tetap fokus menempa fisik meski baru mendarat untuk mematangkan persiapan pada Sabtu, 17 Januari 2026.
“Saya mengikuti ASEAN Para Games ini untuk pertama kalinya dan saya sangat
excited sekali. Dan saya mengikuti cabang olahraga bulu tangkis dengan nomor pertandingan single woman,” kata Apriliana.Atlet berhijab ini diproyeksikan tampil pada nomor tunggal putri klasifikasi SH6 guna menambah pengalaman bertandingnya. Rasa percaya diri yang tinggi kini menyelimuti dirinya menjelang laga perdana melawan rival-rival berat Asia Tenggara.
Apriliana membawa bekal mentereng berupa medali perak dan perunggu dari Asian Youth Para Games Dubai sebelumnya. Pencapaian tersebut tidak lepas dari dukungan penuh seluruh keluarga besarnya yang selalu memberikan semangat tanpa henti.
“Ini sangat momen yang spesial bagi saya karena saya tidak terduga saya bisa ikut di ASEAN Para Games ini. Ini karena dukungan-dukungan dari orang tua saya, saudara saya, keluarga besar saya mendukung saya, men-support saya, makanya saya harus membuktikan di sini bahwa saya bisa untuk melakukan di sini,” ujarnya.
“Saya harus juara,” ucapnya.

Apriliana Sulistyowati berpose dengan raketnya, siap tampil perdana di ASEAN Para Games (APG) 2025, Sabtu, 17 Januari 2026. (Foto: NPC Indonesia)
Tantangan terbesar baginya bukan hanya lawan di lapangan namun juga pergolakan batin yang sering muncul. Ia berusaha keras mengalahkan keraguan diri sendiri demi mempersembahkan kemenangan manis bagi kontingen Merah Putih nanti.
“Menurut saya musuh terbesar saya adalah saya sendiri. Karena harus mengurangi rasa malas, enggak PD itu harus ditaklukkan,” ujar Apriliana.
Kenangan pahit saat menerima hinaan fisik teman sekolah justru membentuk mental bajanya menjadi sekeras batu karang. Apriliana ingin membuktikan kepada para perundungnya bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang meraih kesuksesan yang sangat gemilang.
“Dulu waktu sekolah banyak sekali teman yang mem-
bully karena postur saya pendek. Dengan cacian-cacian yang seperti itu, tapi aku enggak pantang menyerah. Aku bakal tahu aku bisa sukses kok, enggak kayak mereka yang cuma bisa menghina aku,” kata Apriliana Sulistyowati.Ia pernah berjuang keras mengamankan posisi terhormat saat bertanding pada kejuaraan di Dubai bulan Desember lalu. Gadis ini sukses menyabet dua medali sekaligus dari dua nomor pertandingan berbeda yang ia ikuti disana.
“
Double mix sama single, ya,” katanya.
Apriliana Sulistyowati melakukan pemanasan bersama teman-temannya menjelang pertandingan ASEAN Para Games (APG) 2025, Sabtu, 17 Januari 2026. (Foto: NPC Indonesia)
Keberhasilan menembus skuad inti nasional tidak mungkin terjadi tanpa campur tangan dingin pelatih yang sangat berdedikasi. Ia merasa terharu ketika mengenang proses panjang latihan intensif dari titik nol hingga bisa mewakili Indonesia.
“Terutama terima kasih untuk orang tua dan pelatih yang sudah men-
support saya, yang sudah mendukung saya dari nol dan bisa melatih sampai di titik yang sampai sini, sampai detik ini,” ucapnya.Koordinator Pelatih Para Bulu Tangkis Indonesia Jarot Hernowo menilai Apriliana sebagai aset masa depan bangsa. Jarot sengaja membawa lulusan SKODI tersebut agar merasakan atmosfer kompetisi tingkat tinggi di negeri Gajah Putih.
"Sebenarnya, Apriliana ini kami proyeksikan untuk turun di nomor ganda, melapisi seniornya Rina Marlina. Namun karena nomor ganda (SH6) tidak dipertandingkan, kami alihkan konsentrasinya di nomor tunggal," kata Jarot.
"Kami punya misi, atlet-atlet muda ini melapisi para seniornya, dengan target jangka panjang di Paralimpiade 2028 dan Paralimpiade 2032. Kami memproyeksikan mereka bisa menjadi penerus atlet-atlet senior," ujarnya.
Para atlet bulu tangkis akan mulai bertanding memperebutkan medali bergengsi pada Rabu, 21 Januari 2026 nanti. Seluruh laga sengit cabang ini dipusatkan pada area Convention Center 80th Birthday Anniversary Stadium di Thailand.
Kontingen Indonesia berharap cabang para bulu tangkis mampu menyumbang lima medali emas bagi kejayaan ibu pertiwi. Mereka juga membidik dua perak serta tiga perunggu guna mengokohkan posisi juara umum dalam pesta olahraga ini.