KBRN, Baubau: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Baubau menghadirkan gebrakan baru di bidang pendidikan dengan membuka kelas percepatan di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pendidikan Non Formal (PNF). Langkah ini menjadi program di tahun 2026, sekaligus inovasi untuk memperluas akses belajar bagi masyarakat lintas usia.
Kepala Disdikbud Kota Baubau, Eko Prasetya, mengatakan kedepan gedung SKB yang saat ini juga dimanfaatkan sebagai gedung TK Negeri Taman Siswa, tidak hanya dimanfaatkan untuk program Kejar Paket A, B, dan C, tetapi juga dikembangkan sebagai ruang pembelajaran aktif sepanjang tahun.
“Program paket itu momentumnya hanya satu kali setahun. Supaya gedung ini punya nilai manfaat dan nilai guna yang optimal, maka kita fungsikan juga sebagai kelas-kelas percepatan,” kata Eko Prasetya usai peresmian TK Negeri Taman Siswa, Senin (29/12/2025).
Ia menjelaskan, kelas percepatan yang dibuka antara lain percepatan membaca, bahasa Inggris, dan matematika. Program ini menyasar siswa SD dan SMP, termasuk masyarakat umum yang belum lancar membaca.
“Fakta di lapangan masih ada siswa SMP yang belum lancar membaca. Ini tidak bisa kita tutup mata. Maka kita buka kelas percepatan membaca, terbuka juga untuk anak SD, bahkan orang tua yang ingin belajar,” ujarnya.
Menurut Eko, seluruh layanan pembelajaran tersebut diberikan secara gratis sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin akses pendidikan yang merata.
“Untuk tenaga pengajarnya adalah para tutor, relawan yang sudah kita persiapkan. Jadi siswanya itu tidak hanya siswa SMP, tetapi juga dari SD bahkan ina-ina kita, mama-mama kita, yang mau cepat membaca bisa belajar di tempat ini,” pungkasnya.
Khusus untuk kelas percepatan matematika, Eko menyebut tenaga pengajarnya adalah para guru yang telah mengantongi sertifikat pembelajaran dengan metode GASING (Gampang, Asik, dan Menyenangkan), yang dikembangkan oleh Prof. Yohanes Surya.
“Hari ini kita sudah punya 120 orang guru yang sertifikasi GASING. Mengajarkan matematika dan sains agar mudah dipahami siswa melalui pendekatan konkret, aktif, kreatif, dan rekreatif seperti bernyanyi, menari, bermain, serta menggunakan alat peraga, sehingga meningkatkan pemahaman dan kecerdasan anak secara holistik,” pungkasnya.
Dengan gebrakan baru ini, Pemkot Baubau berharap kemampuan literasi, numerasi, dan bahasa masyarakat meningkat, sekaligus mendorong pembelajaran sepanjang hayat bagi semua kalangan.