Tiga Faktor Penyebab Harga Tiket Pesawat Naik

KBRN, Batam : Pengelola Bandara Internasional Hang Nadim Batam menilai tingginya harga tiket pesawat di Indonesia dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor struktural, mulai dari regulasi penerbangan, tekanan inflasi, harga avtur, hingga lonjakan permintaan pada musim tertentu. 


Pjs. Direktur Utama Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budhi mengatakan bandara tidak memiliki kewenangan dalam penetapan harga tiket, namun berperan dalam menjaga efisiensi operasional penerbangan.


"Kondisi tersebut dinilai tidak bisa dilihat dari satu aspek saja. Harga tiket sangat dipengaruhi oleh kebijakan dan biaya di hulu industri penerbangan, bukan semata-mata di bandara," jelasnya saat media gathering di kompleks pergudangan Sukajadi, Batam, Selasa (16/12/2025). 


Dari sisi regulasi, pemerintah menerapkan kebijakan tarif batas atas dan batas bawah untuk angkutan udara niaga berjadwal. Kebijakan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara perlindungan konsumen dan keberlangsungan maskapai. Dalam kondisi biaya operasional tinggi, maskapai cenderung menjual tiket mendekati tarif batas atas.


Tekanan inflasi juga menjadi faktor yang tidak terpisahkan. Kenaikan harga barang dan jasa berdampak pada biaya operasional penerbangan, termasuk layanan kebandarudaraan dan jasa pendukung.


“Inflasi berpengaruh pada hampir seluruh komponen operasional, baik di sisi maskapai maupun pengelola bandara,” jelasnya.


Selain itu, harga avtur masih menjadi komponen biaya terbesar dalam struktur biaya maskapai. Avtur dapat menyumbang hingga sepertiga dari total biaya operasional penerbangan. 


Faktor permintaan musiman juga turut memengaruhi dinamika harga tiket. Pada periode libur sekolah, Lebaran, serta Natal dan Tahun Baru, jumlah penumpang meningkat signifikan.


Meski demikian, pengelola bandara juga aktif berkoordinasi dengan maskapai dan regulator untuk menjaga keseimbangan antara keterjangkauan tarif dan keberlanjutan industri penerbangan. 

Rekomendasi Berita