Kue Tradisional Bertahan di Tengah Kuliner Modern

KBRN, Serang: Kue tradisional masih memiliki peluang besar untuk bertahan dan diminati masyarakat di tengah pesatnya perkembangan kuliner modern yang serba instan. Hal tersebut disampaikan Owner Periuk Bunda, Rara Nabila Najib, dalam dialog UMKM Bicara RRI Pro 1 Banten, Senin (5/1/2026).

"Kue tradisional kini menghadapi tantangan besar karena masyarakat cenderung memilih produk praktis seperti roti dan kue modern, termasuk tren kuliner dari luar negeri," ujarnya. Namun, menurutnya, kue tradisional tetap memiliki nilai kuat sebagai warisan budaya. Selain itu, memperkenalkan kue tradisional yang belum dikenal masyarakat juga menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, respons masyarakat Banten dinilai positif. Rara menyebut, konsumen yang mencoba kue tradisional Periuk Bunda umumnya kembali untuk membeli dan merekomendasikan kepada orang lain.

Sebagai pelaku UMKM, Periuk Bunda berupaya mengembangkan kue tradisional tidak hanya dari jajanan pasar, tetapi juga kue khas Nusantara seperti dari Aceh dan Makassar. Produk tersebut dikemas lebih menarik agar dapat diterima semua kalangan, khususnya generasi muda.

"Kemasan yang modern menjadi salah satu strategi agar kue tradisional tetap relevan tanpa meninggalkan cita rasa aslinya. Karena, kita ingin kue-kue tradisional ini dikemas cantik supaya lebih diminati anak-anak muda, bukan cuma orang tua saja," ujarnya. Menurutnya, kemasan yang menarik juga memudahkan produk dijadikan hadiah atau bingkisan.

Selain itu, Periuk Bunda memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produk yang jarang dikenal masyarakat Banten. Melalui media sosial, kue tradisional yang sebelumnya asing mulai menarik perhatian konsumen.

Rara berharap, upaya pelestarian kue tradisional dapat terus dilakukan agar kuliner khas Indonesia tidak tergeser oleh produk luar. Ia menilai, konsistensi dan inovasi menjadi kunci utama dalam menjaga eksistensi kue tradisional. (Trixie Sondang)



Rekomendasi Berita