UMKM En-Dhog Kembangkan Telur Asin Lokal Berkelanjutan
- by Kurniawan Aditya C.
- Editor Yedi Yulistiadi
- 6 Jan 2026
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: UMKM pangan lokal Rumah Produksi Telur Asin En-Dhog dari Kabupaten Tanah Bumbu terus menunjukkan eksistensinya. Eksistensi sebagai usaha berbasis potensi daerah yang berkelanjutan.
Maryam Khusnul Khotimah bersama suami dan beberapa karyawan megelola usaha dengan memanfaatkan telur itik lokal sebagai produk unggulan bernilai tambah. En-Dhog dirintis sejak 2014 berangkat dari keprihatinan terhadap rendahnya nilai jual telur itik di tingkat peternak.
“Saya melihat telur itik lokal melimpah, tetapi belum diolah secara optimal menjadi produk bernilai ekonomi,” ujar Maryam, dalam siaran Dialog UMKM Bicara RRI Pro 1 Banjarmasin, Senin (5/1/2026).
Dikatakan, tantangan awal usaha cukup berat, terutama dalam menjaga kualitas produksi dan membangun kepercayaan pasar. Menurutnya, konsistensi rasa dan higienitas menjadi kunci agar produk telur asin dapat diterima konsumen secara luas.
"Saat ini, En-Dhog mampu memproduksi hingga 16-18 ribu butir telur asin per bulan dan telah bermitra dengan hampir 200 toko serta pelaku usaha. Kami menjaga standar produksi agar rasa khas tetap konsisten meski volume produksi meningkat,” ujarnya.
Selain fokus pada kualitas produk, En-Dhog juga memperhatikan aspek kemasan dan layanan purnajual. Maryam menyebut kemasan yang baik dapat meningkatkan daya saing produk UMKM.
"Sekaligus membangun citra merek di tengah persaingan pasar pangan olahan apa lagi jika di sertakan informasi terkait masa kadaluarsanya," ucapnya.
Melalui usaha ini, Maryam berharap UMKM pangan lokal di Kalimantan Selatan dapat terus tumbuh dengan memanfaatkan potensi daerah. UMKM harus berani berinovasi, tetapi tetap berpijak pada kekuatan lokal agar bisa berkelanjutan.