Ketupat Kandangan Kaum, Keaslian Kuliner Kalimantan Selatan

RRI.CO.ID, Banjarmasin: Kuliner khas Kalimantan Selatan tidak hanya berbicara soal cita rasa, tetapi juga merepresentasikan warisan budaya serta hubungan manusia dengan alam. Hal tersebut diangkat dalam program Ruang UMKM RRI Pro4 Banjarmasin, Senin, 5 Januari 2026, bertema Kuliner Khas Kalsel dan Keaslian Alamnya, dengan menghadirkan Husni Naparin, pemilik usaha Ketupat Kandangan Kaum.

Ketupat Kandangan Kaum merupakan usaha kuliner berbasis resep keluarga yang diwariskan secara turun-temurun. Meski demikian, Husni Naparin mengemas sajian tradisional ini dengan pendekatan yang lebih modern tanpa menghilangkan keaslian rasa.

Inovasi dilakukan pada aspek kebersihan, pengemasan, dan pelayanan agar kuliner tradisional tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini. “Resepnya merupakan resep keluarga yang sudah turun-temurun. Yang kami lakukan adalah memperbaiki penyajian, kebersihan, dan pelayanan agar lebih nyaman untuk semua kalangan,” ujar Husni.

Selain ketupat kandangan, Kaum juga menghadirkan madu hutan asli yang diperoleh langsung dari kawasan hutan. Proses pengambilannya dilakukan sendiri dengan memperhatikan kehati-hatian dan kelestarian alam.

“Madu hutan Kaum kami ambil langsung ke hutan. Keasliannya bukan hanya klaim, tetapi bisa dibuktikan langsung ke lokasi pengambilannya,” katanya.

Produk lainnya ialah ikan haruan asap yang diolah menggunakan asap batok kelapa secara alami. Teknik pengasapan tersebut membuat ikan lebih awet tanpa bahan pengawet sekaligus mempertahankan cita rasa khas Banua.

Sementara itu, bolu Kaum dihadirkan dengan tingkat kemanisan yang seimbang sehingga tetap lezat dan dapat dinikmati berbagai kalangan. Melalui usaha ini, Husni Naparin berharap kuliner khas Kalimantan Selatan tidak hanya dikenal sebagai makanan tradisional, tetapi juga sebagai identitas budaya yang terus hidup dan berkembang.

Rekomendasi Berita