Korban Banjir Martapura Barat Mulai Terserang Penyakit Kulit

KBRN, Martapura: Korban banjir di Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, mulai mengalami gangguan kesehatan. Penyakit yang paling banyak dikeluhkan warga terdampak banjir adalah penyakit kulit. Terutama kutu air atau belancat akibat terlalu lama terendam air. Atau selama dua pekan sejak air mulai naik.

Sebagian warga juga mengalami keluhan demam dan diare. Kondisi ini muncul seiring masih berlangsungnya genangan air di sejumlah wilayah permukiman yang terdampak banjir. Menanggapi kondisi tersebut, Puskesmas Martapura Barat memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban banjir. 

Pelayanan dilakukan dengan menerjunkan petugas kesehatan langsung ke lokasi terdampak maupun tempat pengungsian. Petugas yang dikerahkan terdiri dari petugas surveilans, perawat, bidan hingga apoteker. 

Mereka melakukan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta memberikan edukasi kepada warga agar tetap menjaga kebersihan di tengah kondisi banjir. Petugas Surveilans Puskesmas Martapura Barat, Nur Latifah, mengatakan hingga saat ini pelayanan kesehatan berjalan lancar tanpa kendala berarti. 

Seluruh warga yang mengeluhkan gangguan kesehatan dapat terlayani dengan baik. "Aman dan tidak ada kendala, obat obatan juga cukup. Paling banyak kena penyakit kulit Belancat," ujarnya, ditemui RRI di Kecamatan Martapura Barat.

Namun demikian, pihak puskesmas tetap mengantisipasi potensi penyakit pascabanjir. Beberapa penyakit yang menjadi perhatian khusus di antaranya diare, demam berdarah dengue (DBD), serta leptospirosis yang rawan muncul akibat lingkungan yang tercemar. "Selain itu yang menjadi perhatian pasca banjir juga diantisipasi, kami pantau terus kesehatan warga," ucapnya.

Menurut Nur Latifah, saat ini tercatat sekitar 30 orang mengungsi di Kecamatan Martapura Barat akibat banjir. Para pengungsi tersebut menjadi prioritas dalam pemantauan kondisi kesehatan.

Ia menambahkan, para pengungsi akan terus dilakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna memastikan kondisi mereka tetap terpantau dan mencegah terjadinya peningkatan kasus penyakit pascabanjir.


Rekomendasi Berita