Kopi Hitam Waroeng Bako, dari Impian Jadi Legenda

KBRN,Bandung: Di balik harum kopi hitam yang tersaji di Waroeng Bandrek Kopi (Bako), tersimpan kisah sederhana tentang cinta dan cita-cita. Pemilik Waroeng Bako, Yudi Purnama, atau akrab disapa Kang Baduy, mengaku awalnya bukan pecinta kopi. Namun, dorongan sang istri yang bermimpi memiliki kedai kopi membuatnya belajar, meracik, hingga akhirnya jatuh hati pada dunia perkopian.

“Awalnya saya autodidak. Belajar dari internet, mencoba alat, hingga meracik kopi dari kebun sendiri. Semua berawal dari impian istri,” tuturnya. Jumat (2/1/2026)

Dari kebun kecil di Jawa Barat, Kang Baduy menanam kopi arabika dengan varietas unggulan seperti Yellow Katura, Ateng Super, Tipika, hingga Abyssinia. Proses pengolahannya pun unik: mulai dari honey process dengan varian yellow, red, black, hingga racikan khas Golden Honey yang belum banyak dikenal.

“Golden Honey ini racikan khas kami. Belum banyak yang tahu, dan itu jadi pembeda Waroeng Bako,” jelasnya.

Waroeng Bako pertama kali berdiri di Manisi, Cibiru, tahun 2015. Kini, kedai tersebut pindah ke Jalan Pertamina Blok L Nomor 1, Cipadung Wetan, Kecamatan Panyileukan, Bandung. Menariknya, kedai ini buka setiap hari dengan jam operasional yang fleksibel: Senin hingga Kamis pukul 10.00–02.00 dini hari, sementara Jumat hingga Minggu buka 24 jam penuh.

Harga kopi pun ramah di kantong. Menu tubruk dibanderol Rp15 ribu, sementara varian lain menyesuaikan proses dan kualitas biji. Konsistensi pada kopi hitam membuat Waroeng Bako berbeda dari kedai lain.


Baca juga:

Kue Balok, Makanan yang Bertahan dari Zaman Kolonial


“Orang mengenal Waroeng Bako pasti ingatnya kopi hideung. Konsistensi itu yang membuat kami bertahan. Kopi hitam bukan lagi pahit, tapi bisa dinikmati semua kalangan,” ujar Kang Baduy.

Lebih dari sekadar bisnis, Waroeng Bako adalah ruang pertemuan. Di meja kayu sederhana, pengunjung bisa merasakan hangatnya obrolan ditemani aroma kopi hitam. Dari anak muda hingga orang tua, semua larut dalam suasana yang akrab.

Bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya, Waroeng Bako bukan hanya tempat ngopi, melainkan pengalaman. Setiap tegukan kopi hitam menyimpan cerita tentang impian sederhana yang tumbuh menjadi legenda rasa Jawa Barat.

Rekomendasi Berita