Kapolres Sebut Pencurian Sapi di Pringsewu Terencana

RRI.CO.ID, Pringsewu - Kepolisian Resor Pringsewu mengungkap modus pencurian sapi yang dilakukan komplotan pelaku secara terorganisir dan terencana. Dalam setiap aksinya, para pelaku lebih dulu melakukan survei sebelum mengeksekusi pencurian pada waktu-waktu tertentu.

Kapolres Pringsewu AKBP M Yunnus Saputra mengatakan, komplotan tersebut berjumlah lima orang yang selalu bergerak bersama dari satu lokasi ke lokasi lain. Aksi pencurian umumnya dilakukan setelah larut malam, bahkan di atas tengah malam, ketika situasi lingkungan dinilai aman.

“Jadi sekomplotan ini ada lima orang ketika bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Sebenarnya mereka survei dulu, kemudian ketika dilihat hasil surveinya waktunya tepat, biasanya dilakukan setelah larut malam, ya, di atas tengah malam,” ujar AKBP M Yunnus Saputra, Selasa 20 Januari 2026.

Menurut Kapolres, saat eksekusi pencurian, kelima pelaku memiliki pembagian tugas yang jelas dan berbeda-beda. Pola ini membuat aksi pencurian berjalan cepat dan minim diketahui warga sekitar.

“Mereka eksekusi kelimanya dengan pembagian tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas mengendarai mobil L300 untuk angkut, ada yang survei pada saat penjualannya, ada juga yang meng-handle si hewannya ini sendiri,” kata Kapolres.

Tak hanya itu, salah satu pelaku memiliki peran khusus untuk melumpuhkan hewan ternak sebelum diangkut. Kapolres menyebut, peran tersebut membutuhkan keahlian tertentu sehingga tidak bisa dilakukan sembarang orang.

“Ada yang bertugas untuk melumpuhkan si hewannya ini, jadi memang perlu spesialisasi khusus untuk melakukan itu,” kata Yunnus.

Selain lima pelaku utama, polisi juga mengamankan dua orang penadah yang berperan dalam menampung hasil curian. Kedua penadah tersebut terpisah dari kelompok eksekutor di lapangan. Kapolres mengungkapkan, komplotan ini bukan pelaku baru. Berdasarkan hasil penyelidikan, lima orang tersebut diduga telah beroperasi selama dua hingga tiga tahun terakhir di wilayah Kabupaten Pringsewu.

“Jadi intinya selama dua sampai tiga tahun terakhir, lima orang inilah yang selama ini beroperasi di wilayah Pringsewu,” ucapnya.

Rekomendasi Berita