KBRN, Subulussalam : Unit Tipidter Satreskrim Polres Subulussalam melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pangkalan gas LPG bersubsidi di wilayah Kota Subulussalam. Langkah ini diambil menyusul terjadinya kelangkaan gas melon pascabencana banjir yang melanda daerah tersebut.
Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan distribusi LPG 3 kilogram berjalan sesuai ketentuan pemerintah. Selain itu, kepolisian berupaya mencegah adanya praktik penimbunan serta permainan harga yang dilakukan oleh oknum di tingkat pangkalan maupun pengecer.
Kapolres Subulussalam, Muhamad Yusuf melalui Kasat Reskrim, Abdul Mufakhir, menyebutkan bahwa ketersediaan gas di pasaran saat ini dilaporkan menipis. Hal tersebut memicu lonjakan harga eceran yang sangat tajam sehingga memberatkan masyarakat terdampak bencana.
Di lapangan, ditemukan fakta bahwa harga gas 3 kilogram yang seharusnya dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), justru melonjak drastis. Harga di tingkat eceran dilaporkan menembus angka Rp35 ribu hingga mencapai Rp52 ribu per tabung.
“Petugas Unit Tipidter Polres Subulussalam dalam peninjauan tersebut memberikan peringatan tegas kepada pemilik pangkalan dan agen agar tidak melakukan penimbunan maupun menaikkan harga di luar ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah,” tegas Abdul Mufakhir, Selasa (16/12/2025).
Pihak kepolisian menegaskan bahwa segala bentuk penimbunan LPG bersubsidi merupakan pelanggaran hukum yang akan ditindak secara pidana. Masyarakat juga diimbau untuk segera melapor jika menemukan pangkalan yang menjual gas dengan harga yang tidak wajar.
Polres Subulussalam memastikan pengawasan distribusi ini akan dilakukan secara berkelanjutan hingga kondisi di pasar kembali normal. Upaya ini menjadi prioritas agar kebutuhan dasar warga pascabanjir dapat segera terpenuhi tanpa kendala harga.