Briket Karya Mahasiswa UMY Diminati Pasar Eropa
- by Wahyu Suryo Purnomo
- Editor Mahadevi Pramitha
- 16 Jan 2026
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Mahasiswa UMY Muhammad Aryo Herlambang membuat briket arang ramah lingkungan, memanfaatkan tempurung kelapa. Kini, produk inovatif tersebut sudah masuk ke pasar Eropa dan Asia.
Bersama timnya, Muhammad Aryo Herlambang tercetus ide membuat briket arang ramah lingkungan, ketika melihat limbah tempurung kelapa yang jumlahnya sangat melimpah. Bahan tersebut, kandungan karbonnya tinggi.
”Tempurung kelapa kandungan karbonnya sekitar 60–70 persen,” kata Muhammad Aryo Herlambang, Jumat, 16 Januari 2026. ”Sehingga jika dibuat briket arang ramah lingkungan, panas stabil dengan daya bakar hingga tiga jam.”
Di Eropa, tempurung kelapa termasuk sumber energi hijau yang sangat dicari. Namun di Indonesia, bahan sering dianggap tidak bernilai guna, sehingga masyarakat enggan untuk memanfaatkannya, dan hanya dibuang begitu saja.
Untuk membuat briket, Aryo dan timnya mengolah tempurung kelapa menjadi arang yang kemudian dihaluskan. Lalu, bahan tersebut dicampur tepung kanji sebagai perekat, sebelum dicetak menjadi briket arang siap pakai.
”Briket arang yang kami buat ini, bisa dijadikan bahan bakar alternatif berkelanjutan di masa depan,” ucapnya. ”Karena sifat bahannya lebih ramah lingkungan, sehingga bisa menggantikan penggunaan energi konvensional.”
Berbagai negara seperti Prancis, Portugal, Belanda, Jepang, Korea dan kawasaan Asia Tenggara, menjadi pasar produk inovasi buatan mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMY itu. Sebab kata Aryo, masyarakat di negara-negara tersebut lebih senang menggunakan energi bersih dan berkelanjutan.