Mie Nyemek Rawit Yeni, Kuliner Pedas Malam Yogyakarta
- by Nur Imtihanna
- Editor Rini Rustriani Lesti Handayani
- 5 Jan 2026
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Warung Mie Nyemek Rawit milik Yeni di Jalan Gajah Mada, Yogyakarta, telah berdiri hampir lima tahun dan menjadi tujuan kuliner malam favorit. Menyajikan mie nyemek dan nasi goreng dengan cita rasa sederhana namun khas, sensasi pedas menjadi daya tarik utama warung kaki lima ini
Yeni menjelaskan, warungnya menyediakan beberapa varian mie nyemek, mulai dari original, indomie goreng, rendang, hingga panglanges. Dari seluruh menu, varian rendang menjadi primadona pengunjung. “Yang paling favorit tetap rendang, pelanggan memang banyak mencarinya,” ujarnya. Beragam topping juga tersedia, seperti keju, sosis, bakso, telur dadar, telur ceplok, hingga kornet.
Menurutnya, pilihan usaha kuliner mie nyemek diambil karena dianggap praktis dan bahan bakunya tidak mudah rusak. Harga pun dibuat terjangkau agar konsumen dari berbagai kalangan bisa menikmati. “Simpel, nggak gampang basi dan terjangkau harganya juga murah,” katanya. Mayoritas pembeli adalah mahasiswa dan warga sekitar yang mencari santapan malam.
Meski demikian, kondisi penjualan saat ini diakui tidak secerah beberapa tahun lalu. Yeni menyebut lesunya daya beli masyarakat ikut memukul Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kuliner di Yogyakarta. Ia membandingkan, pendapatan kini tak sebesar sebelumnya dan persaingan kian padat. “Sekarang lebih banyak yang jualan daripada yang beli,” ucapnya.
Selain soal penurunan pembeli, faktor cuaca juga menjadi tantangan tersendiri. Hujan sering membuat warung kaki lima menjadi lebih sepi karena pembeli enggan keluar rumah. Yeni mengakui bahwa saat hujan, pendapatan ikut menurun karena aktivitas berjualan menjadi terbatas dan tempat jualan ikut basah.
Di sisi lain, momen liburan akhir tahun justru membawa berkah. Lokasi warung yang berdekatan dengan dua hotel membuat jumlah pengunjung meningkat. Banyak wisatawan menjadikan mie nyemek sebagai opsi makan malam. Permintaan terhadap tingkat kepedasan pun berubah; pelanggan kini cenderung meminta level pedas yang lebih tinggi dibanding sebelumnya.
Meski harga bahan baku seperti cabai kerap naik, Yeni memilih tidak menaikkan harga jual agar pelanggan tetap setia. Ia berharap ekonomi Yogyakarta kembali pulih sehingga usaha kecil bisa bernafas lega. Harapannya sederhana: usahanya tetap bertahan, dagangan laris, dan bahan pokok stabil agar dapat terus melayani pelanggan setia.