KBRN,Tahuna : Menyandang gelar dokter muda merupakan impian banyak orang. Namun dalam proses dan perjalanannya dinilai tidak mudah. Hal ini diungkapkan oleh dokter Patrick S.W. Mododahi, seorang dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Ambon, dalam segmen Sore Ceria Pro2 RRI Tahuna, Senin (15/12/2025).
Dalam perbincangan tersebut, dr. Patrick berbagi pengalaman mengenai tahapan pendidikan kedokteran yang panjang dan penuh tantangan. Ia menyampaikan bahwa hal yang paling melegakan setelah lulus adalah berakhirnya masa kritis selama pendidikan.
dr.Patrick menjelaskan bahwa pendidikan kedokteran terbagi menjadi dua tahap, yaitu pendidikan pre-klinik dan klinik (profesi).
"Kalau hal yang bikin lega di sini adalah tentu dalam masa perkuliahan kedokteran itu adalah hal yang tidak mudah," ujar dr. Patrick, seraya memohon izin kepada seluruh rekan sejawat dokter di wilayah Sangihe.
Menurut dr. Patrick, masa yang paling krusial adalah saat menjalani pendidikan klinik sebagai koas. Masa koas menuntut kerja keras dan dedikasi tinggi.
"Masa yang paling krusial itu di masa klinik sebagai koas karena memang kita harus jaga kurang lebih 18 jam per minggu bahkan lebih dalam tips menjaga kami sebagai yang disebut dengan dokter muda atau koas," jelasnya.
Setelah lulus koas, tahapan selanjutnya adalah mengikuti Ujian Exit Exam (UKMPPD) sebelum akhirnya dinyatakan sah menjadi dokter umum. Ia merasa sangat lega karena telah melewati masa kerja di bawah tekanan tinggi yang dialaminya saat menjadi dokter muda.(JulGaf)