Mobil Migrasi ke Coolant Wajib Korok Dulu?

KBRN, Surakarta: Banyak pemilik mobil di Indonesia yang masih menggunakan air biasa sebagai cairan radiator karena dianggap praktis dan murah. Namun setelah bertahun-tahun dipakai, muncul pertanyaan: apakah radiator harus dikorok terlebih dahulu sebelum beralih menggunakan coolant? Pertanyaan ini cukup penting karena berkaitan langsung dengan performa sistem pendinginan dan risiko kerusakan mesin.

Penggunaan air biasa dalam jangka panjang dapat menimbulkan beberapa masalah. Air sumur, air PAM, atau air mineral mengandung berbagai mineral dan oksigen yang bisa memicu karat di dalam radiator serta water jacket mesin.

Seiring waktu, mineral tersebut membentuk endapan yang menempel di jalur sirkulasi radiator. Endapan inilah yang menyebabkan air berubah menjadi coklat pekat atau berlumpur, lalu menghambat aliran, membuat pendinginan tidak maksimal, dan akhirnya meningkatkan peluang overheat.

Apakah wajib dilakukan korok radiator terlebih dahulu sebelum mengganti air biasa dengan coolant? Jawabannya bergantung pada seberapa parah kondisi endapan di dalam radiator.

Jika mobil sudah bertahun-tahun menggunakan air biasa dan cairan radiator terlihat pekat, kotor, atau bahkan muncul serpihan karat ketika tutup radiator dibuka, maka korok radiator sangat dianjurkan. Korok membantu membersihkan core radiator secara menyeluruh sehingga coolant baru dapat bekerja optimal.

Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia berpendapat bahwa praktik terbaik sebelum berpindah ke coolant adalah melakukan pemeriksaan kondisi radiator terlebih dahulu. Pastikan tidak ada kebocoran, selang tidak mengeras, dan sirkulasi masih normal. Langkah selanjutnya adalah melakukan korok pada radiator untuk memastikan lubang-lubang saluran dalam radiator telah bersih dan lancar. Setelah dipastikan sistem pendinginan radiator bersih, gunakan coolant berkualitas yang memiliki kemampuan anti karat dan titik didih tinggi untuk menjaga performa pendinginan tetap stabil.

Catatan penting bagi pengguna mobil yang terpasang thermostat disarankan untuk melepasnya atau melakukan penggantian komponen tersebut. Sebab ada kemungkinan suhu thermostat akan nyangkut pada suhu sebelumnya ketika masih menggunakan air biasa, padahal coolant yang digunakan memiliki titik didih yang berbeda dengan air biasa. Transisi dari air biasa ke coolant ini memiliki beberapa manfaat yaitu mesin mobil jadi lebih optimal, penguapan oli menjadi lebih rendah, dan meningkatkan efisiensi penggunaan BBM mobil anda.

(Ihsan Ramadhana)

Rekomendasi Berita