Aki Basah Lebih Awet dari Aki Kering?
- by Ernawati Wardaningsih
- Editor Indah Wulandari
- 10 Des 2025
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Bagi para pemilik kendaraan, aki merupakan jantung kelistrikan yang menentukan hidup atau matinya mesin. Namun, banyak yang masih bingung ketika dihadapkan pada pilihan aki basah atau aki kering. Pertanyaan klasik pun muncul: benarkah aki basah yang dirawat dengan baik bisa lebih awet dibandingkan aki kering? Jawabannya: ya, bisa! Tapi dengan catatan penting — perawatan yang dilakukan harus benar dan rutin.
Aki basah menggunakan cairan elektrolit berupa campuran asam sulfat dan air suling. Aki jenis ini umumnya lebih murah dan memiliki daya start yang kuat, tetapi membutuhkan perawatan rutin untuk menjaga kadar air aki.
Berbeda dengan aki basah, aki kering (maintenance free) disebut “kering” karena cairan elektrolitnya terserap di dalam gel atau separator khusus. Praktis, tanpa perlu menambah air aki, dan cocok untuk pengguna yang tidak mau repot.
Banyak orang beranggapan aki kering selalu lebih unggul, padahal aki basah memiliki kelebihan tersendiri.
Berikut adalah keunggulan dari aki basah:
Kualitas elektrolit terjaga, dengan rutin memeriksa dan menambah air aki, elektrolit tetap stabil sehingga kinerja sel aki lebih optimal.
Suhu operasional lebih dingin, aki basah cenderung lebih tahan terhadap panas berlebih karena cairannya membantu menyebarkan panas di dalam aki.
Bisa direkondisi, jika performa menurun, aki basah masih bisa direkondisi atau diservis, berbeda dengan aki kering yang biasanya langsung diganti.
Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia satu pendapat bahwa aki basah yang dirawat dengan baik akan memiliki umur pakai yang lebih panjang dari aki kering. Namun pengguna harus mengetahui cara perawatan aki basah dengan benar, diawali dengan membersihkan dan mengganti air aki secara rutin.
Dilanjutkan dengan selalu rutin mengecek keadaan level air aki, dan terakhir adalah melakukan charge daya listrik aki pada siklus / bulan tertentu secara rutin. Dengan perawatan rutin ini aki basah dapat bertahan 2-3 tahun atau bahkan bisa lebih lama umur pakainya.
Berbeda dengan aki basah, aki kering tidak bisa di rekondisi ataupun di charge apabila kondisi aki telah menurun atau terdapat kerusakan. Meski begitu aki kering tetap ideal untuk pengguna yang sibuk atau jarang membuka kap mesin.
Aki kering lebih praktis karena bebas perawatan dan tidak menimbulkan resiko tumpahan cairan. Selain itu, desainnya cocok untuk kendaraan modern dengan ruang mesin yang sempit.
(Ihsan Ramadhana)