Pakar UNAIR: Superflu Cepat Menyebar di Musim Hujan
- by Ony Arianto
- Editor Benny Hermawan
- 17 Jan 2026
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kasus virus Superflu yang mulai merebak di Indonesia diyakini berkembang cepat saat musim hujan. Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga UNAIR Surabaya, Bambang Purwanto,menyebut berkurangnya paparan sinar matahari saat musim hujan menjadi salah satu penyebabnya.
Bambang Purwanto, Sabtu (17/1/2026), mengatakan dalam pengamatannya dari pola penyebarannya saat terjadi kasus flu babi, Covid-19 itu terjadi saat musim hujan. "Kalau kita runut ke belakang, selalu ada pola yang sama, setiap kali merebaknya suatu penyakit infeksi," kata Bambang Purwanto.
"Sebutlah Flu babi, Flu burung, dan Covid-19, dan sekarang Super flu yang kita bisa lihat, selalu peningkatannya berbarengan. Yakni terjadi pada saat musim dingin, atau musim penghujan, di mana pada saat itu intensitas pancaran sinar matahari itu berkurang," ujarnya.
Bambang Purwanto menambahkan warga yang tinggal di daerah sub tropis rentan terpapar virus tersebut. "Terutama pada individu yang tinggal di sub tropis mereka tidak mendapatkan kecukupan pancaran sinar matahari tapi kalau untuk wilayah tropis seperti di Indonesia ini, tidak menjadi masalah," katanya.
Bambang Purwanto berharap masyarakat bisa menjaga kondisi kesehatan tubuhnya dengan memanfaatkan pancaran sinar matahari apabila di wilayah sekitarnya tida mendung atau hujan. Guru Besar FK UNAIR ini juga berharap pola hidup bersih dan sehat juga kembali dibudayakan seperti memakai masker ketika sakit flu, dan mencuci tangan pakai sabun ketika usai memegang benda di fasilitas umum.