Isra Mi’raj Tegaskan Keutamaan Salat Tahajud
- by Komareta
- Editor Lalang Gumilang
- 13 Jan 2026
- Sungailiat
KBRN, Sungailiat : Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw menyimpan pesan kuat tentang pentingnya salat malam atau tahajud sebagai fondasi spiritual umat Islam.
Dalam tausiyah di program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Ustaz Jaja menjelaskan, sebelum menerima perintah salat lima waktu, Nabi Muhammad Saw lebih dahulu diperintahkan melaksanakan salat tahajud. Hal ini ditunjukkan ketika Nabi singgah di empat titik suci dalam perjalanan Isra Mi’raj, yakni Madinah, Madyan (Syam), Bukit Sinai, dan Bethlehem, dan melaksanakan salat dua rakaat di masing-masing tempat tersebut.
"Salat yang dilakukan Nabi di empat persinggahan itu adalah shalat malam atau tahajud. Ini menandakan betapa agung dan utamanya ibadah tahajud di sisi Allah,” ujarnya.
Ia menambahkan, tahajud merupakan ibadah khusus yang wajib bagi Nabi dan sunnah yang sangat ditekankan bagi umatnya. Melalui tahajud, seseorang dapat diangkat derajatnya dan lebih dekat dengan Allah SWT.
“Tahajud itu pintu terkabulnya doa dan penghapus dosa. Karena dilakukan di saat manusia terlelap, maka nilainya sangat tinggi di sisi Allah,” jelasnya.
Beberapa pendengar memberikan tanggaoan diantaranya Sabihis dari Labu yang menyatakan pentingnya melaksanakan salat tahajud.
“Saya jadi paham bahwa tahajud bukan sekadar ibadah tambahan, tapi kunci kedekatan dengan Allah,” ujarnya.
Sementara itu pendengar lainnya, Sopyan, mengajak sesama untuk tidak meninggalkan salat.
“Sering kali kita mengejar dunia sampai lupa tahajud. Padahal Nabi saja diwajibkan salat malam. Ini teguran halus buat kita,” katanya.
Melalui penguatan pesan Isra Mi’raj ini, Ustaz Jaja berharap umat Islam semakin meneguhkan komitmen beribadah, khususnya dengan membiasakan salat tahajud sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah Swt dan memperbaiki kualitas keimanan dalam kehidupan sehari-hari.