Banjir Lumpur, MBG Tetap Didistribusikan ke Siswa Batang
- by Pemkab Batang : Heri Kisyanto
- Editor Marnisa Nurdian Saritri
- 22 Jan 2026
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang - Banjir yang kembali menggenangi lingkungan SMPN 9 Batang tidak berdampak pada pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring, namun para pelajar tetap menyempatkan untuk datang ke sekolah mengambil jatah MBG-nya.
Sebanyak 595 porsi MBG telah disiapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), untuk diambil siswa dan dinikmati di rumah. Salah satu penerima MBG, Nuraini dan Dea mengaku senang karena MBG tak dihentikan, meski kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring.
"Ini karena banjir sejak semalam, akhirnya belajar di rumah sambil bersih-bersih soalnya rumahnya juga kebanjiran setinggi mata kaki. Ini disuruh guru ambil jatah MBG sekalian buat teman yang nggak bisa datang," ungkapnya saat ditemui di SMPN 9 Kabupaten Batang, Rabu, 21 Januari 2026.
Keduanya tak mempermasalahkan apabila harus berjalan kaki ke sekolah untuk mengambil jatah MBG. "Ya
pinginnya ada terus, nggak apa-apa kalau banjir ambilnya kalau udah surut, yang penting ada terus karena enak, menunya hari ini nasi, ayam, sayur, tempe sama semangka," ujarnya.Kepala SMPN 9 Batang, Mas'ud membenarkan, pendistribusian MBG tetap berlanjut seperti hari biasa, meski kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Ia menegaskan, MBG tidak boleh dihentikan meski proses pendistribusian dilakukan dengan cara jemput bola ke sekolah.
"Caranya, anak kami minta datang ke sekolah kalau sudah surut. Bagi mereka yang tidak bisa datang, bisa dititipkan lewat teman yang tempat tinggalnya berdekatan," ujarnya.
Sebelumnya, seluruh ruang kelas dan ruang guru diterjang banjir berlumpur pada Selasa, 20 Januari 2026 pukul 22.00 WIB. Ketinggian banjir mencapai 40 - 70 sentimeter.
Beruntung, seluruh peralatan elektronik, buku dan kelengkapan administrasi lainnya telah disimpan ke tempat yang lebih tinggi dan aman. "Rencananya kalau besok sudah tidak banjir lagi, anak langsung kami minta membersihkan kelas," katanya.