Batang Expo Usai, Capaian Transaksi UMKM Rp1,8 Miliar
- by Pemkab Batang : Heri Kisyanto
- Editor Marnisa Nurdian Saritri
- 1 Jan 2026
- Semarang
KBRN, Batang: Batang Nusantara Expo 2025 resmi ditutup langsung oleh Wakil Bupati Suyono, bersamaan malam pergantian tahun, Rabu (31/12/2025). Selama 4 hari digelar, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Batang mencatat capaian sebesar Rp1,8 miliar, yang mendekati target transaksi dari produk UMKM.
Suyono mengakui, perlu ada strategi khusus agar target tercapai maksimal, seperti pemilihan waktu yang tepat. Salah satu alasannya, Batang Nusantara Expo digelar saat memasuki musim hujan, sehingga berpengaruh terhadap daya beli konsumen.
"Tahun 2026 rencananya akan dilaksanakan bulan Agustus, bersamaan dengan rangkaian kegiatan bulan kemerdekaan, dan tidak sedang musim hujan. Saya maklumi kalau capaian transaksinya belum maksimal, karena memang hampir tiap hari diguyur hujan," ungkapnya, saat penutupan Batang Nusantara Expo di Jalan Veteran Kabupaten Batang.
Kepala Disperindagkop dan UKM Batang, Wahyu Budi Santoso membenarkan, faktor cuaca sedikit berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Kendati demikian, capaian transaksi sudah dinilai mendekati target, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
"Alhamdulillah hampir mendekati Rp2 miliar, dengan rincian Rp1,4 miliar dari transaksi di area dalam dan Rp400 juta dari hasil transaksi UMKM luar daerah. Capaian tersebut berkat sinergi antara pelaku UMKM, Koperasi Desa Merah Putih hingga stan BUMN dan Kementerian Koperasi," ujarnya.
Melihat capaian transaksi tahun 2025, pihaknya berwacana meningkatkan keterlibatan UMKM hingga 100 stan, termasuk pemilihan waktu pelaksanaan yang tepat. "Kalau tahun ini persiapan hanya beberapa pekan, otomatis tahun depan harus lebih matang dan dilaksanakan bukan di akhir tahun," katanya.
Sementara, salah satu koordinator UMKM binaan Disperindagkop, Rohmah mengaku selama 4 hari, omzet yang diraih berada di angka Rp7 juta. Jumlah itu separuh dari capaian omset beberapa tahun yang mencapai Rp15 juta.
"Tiap hari omzet yang diraih berkisar di angka Rp1,5 juta hingga Rp1,6 juta, bahkan malam ini karena dari pagi hujan deras baru dapat Rp600 ribu. Kalau keuntungannya 5 - 10 persen, bisa dibilang masih berimbang antara tenaga dan omset yang didapat," ujarnya.
Produk yang dijual langsung dari produsen memiliki varian camilan yang beragam. Namun, selama stan buka, mayoritas konsumen lebih melirik produk keripik tempe Mahatani karena sudah dikenal luas.