Berisik Versi Sunyi Ala Dere

RRI.CO.ID, Semarang: Berisik versi sunyi ala Dere bukan sekadar kisah tentang keramaian yang tampak nyata. Di balik suasana yang terlihat ramai, ada hening mendalam yang justru terasa begitu kuat.

Bayangkan sebuah konser musik dengan suara riuh penonton yang bergemuruh di seluruh ruangan. Dentuman bass dan sorak sorai terdengar keras, namun ada orang yang merasa sepi.

Kondisi ini sering disebut sebagai kebalikan sosial yang dialami banyak individu. Ramai di luar tetapi hening di dalam, membuat hati terasa kosong dan jauh.

Banyak generasi muda sering merasakan hal ini ketika lelah menghadapi rutinitas sehari-hari. merasakannya saat jenuh atau tidak nyambung dengan lingkungannya.

Namun jangan salah, sunyi ala Dere kadang justru menjadi momen refleksi yang berharga. Di tengah keributan, ada jeda untuk mendengarkan suara hati sendiri dengan jernih.

Hal ini mengingatkan bahwa keheningan tidak selalu datang dari tempat yang sepi. Keheningan bisa lahir di tengah keramaian, menghadirkan ruang batin yang tenang.

Sebuah berisik yang sunyi ala Dere menjadi kebalikan kehidupan modern. Ramai di luar tetapi hening di dalam, menghadirkan makna mendalam bagi setiap orang yang merasakannya.


Rekomendasi Berita