Mengenal Apa itu Petty Corruption, Korupsi Kecil-Kecilan
- by Feetra Yulia
- Editor Aries Puji Sriyanto
- 10 Des 2025
- Semarang
KBRN, Semarang: Praktik
petty corruption atau korupsi kecil-kecilan kembali menjadi sorotan karena dianggap sebagai akar penyebab menurunnya kualitas layanan publik. Meski nilainya terlihat kecil, praktik ini berdampak besar pada kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi.Petty corruption biasanya muncul dalam bentuk uang pelicin, hadiah kecil, atau imbalan informal yang diberikan demi mempercepat proses layanan. Pola ini terjadi di berbagai sektor, mulai dari pelayanan administrasi, perizinan, hingga layanan kesehatan dan pendidikan.
Berdasarkan laman Transparency.org, korupsi kecil menciptakan diskriminasi layanan karena hanya warga yang mampu membayar yang memperoleh kemudahan. Kondisi ini membuat celah korupsi semakin normal dan sulit diberantas akibat sifatnya yang dianggap “sepele.”
Budaya permisif dan lemahnya pengawasan membuat korupsi kecil tumbuh subur dalam sistem birokrasi. Minimnya transparansi tarif dan ketidakpahaman masyarakat terhadap hak layanan turut memperkuat ruang praktik koruptif tersebut.
Pembiaran terhadap
petty corruption berpotensi melahirkan korupsi besar yang merugikan negara secara sistematis. Pemberantasan perilaku ini memerlukan komitmen bersama agar pelayanan publik tetap bersih, transparan.